Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meninjau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali pada Jumat (1/5/2025) guna mematangkan pembentukan Special Financial Center (SFC). Proyek pusat keuangan tersebut dirancang pemerintah untuk mengadopsi model kesuksesan Dubai International Financial Centre (DIFC) dalam menarik investor global.
Dilansir dari Ekonomi, pemerintah saat ini tengah memproses regulasi yang akan menjadi landasan hukum bagi operasional KEK Sektor Keuangan tersebut. Langkah ini mencakup penyusunan skema pengelolaan serta penyediaan berbagai fasilitas penunjang guna mengakomodasi kebutuhan pusat keuangan internasional di wilayah Denpasar.
Kesiapan infrastruktur KEK Kura Kura Bali menjadi perhatian utama dalam peninjauan tersebut. Airlangga menegaskan bahwa kawasan ini memiliki potensi besar untuk menjadi lokasi pusat keuangan khusus yang terintegrasi dengan berbagai kebutuhan industri finansial modern.
"Jadi, apa yang (KEK) Kura-Kura Bali bisa tawarkan untuk lokasi IFC? Nanti agar dibicarakan langsung dengan Danantara," jelas Airlangga, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Dewan Nasional KEK.
Presiden Direktur Bali Turtle Island Development (BTID), Tuti Hadiputranto, memaparkan bahwa pihaknya telah membangun ekosistem knowledge district untuk mendukung kawasan tersebut. Konsep ini mengintegrasikan modal pengetahuan dan sumber daya manusia guna menjadi motor penggerak ekonomi baru melalui inovasi yang terpadu.
Kawasan ini juga dilengkapi dengan business hub sebagai titik temu program Global Blended Finance Alliance (GBFA), pusat kewirausahaan, serta sekolah interkultural ACS Bali. Selain itu, terdapat International Mangrove Research Center (IMRC) yang difokuskan pada pengembangan riset lingkungan pesisir di area KEK tersebut.
"Kami telah menyiapkan infrastruktur fisik, kelembagaan, dan kemitraan global yang dibutuhkan untuk menjadikan Kura Kura Bali rumah bagi KEK Sektor Keuangan Indonesia," jelas Tuti Hadiputranto, Presiden Direktur Bali Turtle Island Development (BTID).
Pihak pengelola menegaskan bahwa operasional ekosistem di kawasan tersebut sudah berjalan dan siap menjadi mitra strategis pemerintah. Proyek ini diharapkan mampu mewujudkan visi dalam memposisikan Bali sebagai pusat gravitasi baru bagi modal dan talenta internasional.