Pemerintah Operasikan 452 Bus Shalawat 24 Jam Bagi Jemaah Haji Makkah

Pemerintah Operasikan 452 Bus Shalawat 24 Jam Bagi Jemaah Haji Makkah
Foto: Ilustrasi Pemerintah Operasikan 452 Bus Shalawat 24 Jam Bagi Jemaah Haji Makkah.

Pemerintah Indonesia menyiagakan layanan Bus Shalawat selama 24 jam penuh di Makkah guna menjamin kelancaran ibadah jemaah haji Indonesia pada Minggu, 3 Mei 2026. Layanan transportasi ini bertujuan memfasilitasi pergerakan jemaah dari penginapan menuju Masjidil Haram dan sebaliknya.

Penyediaan armada transportasi tersebut menjadi langkah strategis untuk menunjang kenyamanan jemaah selama berada di Arab Saudi. Dilansir dari Nasional, operasional ini mencakup sistem sirkulasi transportasi yang terintegrasi dengan titik-titik pemondokan utama.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, memberikan penegasan mengenai tujuan pengadaan fasilitas transportasi khusus bagi para jemaah tersebut dalam sebuah konferensi pers resmi.

"Demi memastikan jemaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman selama berada di Makkah, kami menyediakan fasilitas transportasi Bus Shalawat," ujar Maria Assegaf, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah.

Pihak kementerian menginformasikan bahwa sebanyak 452 armada bus telah disiapkan untuk beroperasi tanpa henti. Dari total jumlah tersebut, terdapat 52 unit bus hidrolik yang dikhususkan bagi jemaah lanjut usia serta penyandang disabilitas guna memudahkan akses mobilitas mereka.

Kesiapan petugas di lapangan juga menjadi bagian penting dalam skema pelayanan ini untuk membantu jemaah yang mengalami kendala teknis maupun navigasi rute selama di tanah suci.

"Petugas haji juga siap mendampingi jemaah kapan pun saat mengalami kesulitan. Jadi jangan ragu untuk bertanya," kata Maria Assegaf, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah.

Layanan Bus Shalawat mengintegrasikan 21 rute yang ditandai dengan kode warna dan nomor khusus untuk membedakan wilayah asal jemaah. Pergerakan armada difokuskan pada tiga titik pemberhentian utama, yakni Terminal Jabal Ka'bah, Terminal Syib Amir, dan Terminal Ajyad.

Pembagian terminal dilakukan secara sistematis untuk mencegah terjadinya penumpukan penumpang di lokasi tertentu. Jemaah dari wilayah Syisyah dan Raudhah diarahkan menuju Terminal Syib Amir, sementara jemaah di Misfalah akan turun di Terminal Ajyad. Adapun jemaah dari Jarwal dan Aziziyah dilayani melalui Terminal Jabal Ka'bah.

Kegiatan operasional transportasi ini telah berlangsung sejak kedatangan rombongan pertama jemaah di Makkah pada 30 April 2026. Skema ini direncanakan terus berjalan hingga seluruh jemaah menyelesaikan rangkaian ibadah dan kembali ke Tanah Air.

Artikel terkait

Rekomendasi