Pemerintah Luncurkan Stimulus Kendaraan Listrik Rp500 Miliar

Pemerintah Luncurkan Stimulus Kendaraan Listrik Rp500 Miliar
Foto: Ilustrasi Pemerintah Luncurkan Stimulus Kendaraan Listrik Rp500 Miliar.

Pemerintah Indonesia meluncurkan paket stimulus sektor kendaraan listrik senilai Rp500 miliar atau 31 juta dolar AS guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Langkah taktis ini diumumkan di Jakarta pada Selasa saat konferensi pers APBN KiTa, seperti dilansir dari Investortrust.

Insentif yang disiapkan mencapai Rp5 million atau 314 dolar AS per unit untuk 100.000 kendaraan listrik pertama yang terjual. Kebijakan yang dijadwalkan memulai siklus baru pada 1 Juni 2026 ini diharapkan menjadi katalis permintaan pasar otomotif domestik.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa diversifikasi pembiayaan juga dilakukan untuk memperkuat nilai tukar rupiah melalui pasar keuangan internasional. Pemerintah memutuskan untuk menerbitkan surat utang berdenominasi renminbi di pasar modal Cina.

"To strengthen the exchange rate, we will issue bonds in the form of Panda bonds in China with lower interest rates so that we do not depend too much on the dollar anymore," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Langkah diversifikasi utang ini diambil di tengah tren positif kembalinya modal asing ke instrumen keuangan dalam negeri. Data bulan April mencatat aliran modal masuk bersih mencapai 2,4 miliar dolar AS atau setara Rp38,5 triliun.

Purbaya Yudhi Sadewa juga menepis kekhawatiran mengenai resesi dengan menunjukkan capaian pertumbuhan Produk Domestik Bruto sebesar 5,61 persen. Angka tersebut mengalami kenaikan dari periode sebelumnya yang berada pada posisi 5,39 persen.

"DonÔÇÖt be afraid of 5.61% growth; far from a recession, economic growth is actually rising," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Guna mendukung sektor swasta yang menopang sebagian besar perekonomian, Kementerian Keuangan bersinergi dengan Kementerian Perindustrian untuk menyediakan pinjaman bunga rendah bagi industri tekstil dan alas kaki. Program peremajaan mesin ini ditujukan untuk memulihkan daya saing ekspor nasional setelah mencatat surplus perdagangan sebesar 3,32 miliar dolar AS pada kuartal pertama.

Artikel terkait

Rekomendasi