Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan proyek MRT Jakarta Fase 3 lintas Timur-Barat telah memasuki tahap pembebasan lahan dan penentuan jalur pada Selasa (12/5/2026). Proyek transportasi massal ini direncanakan menghubungkan wilayah Tomang di Jakarta Barat hingga Medan Satria di Kota Bekasi.
Proses pembangunan tersebut mencakup penetapan trase serta penentuan titik stasiun di beberapa segmen yang sedang berjalan, sebagaimana dilansir dari Megapolitan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya mempercepat pengerjaan agar layanan transportasi ini segera terintegrasi dengan jalur yang sudah ada.
"Pemerintah DKI Jakarta sekarang ini sedang melanjutkan progres untuk MRT Timur-Barat. Di beberapa segmen sedang pembebasan lahan, penetapan trase, penentuan titik-titik dan sebagainya," ucap Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.
Pemerintah menargetkan operasional tahap pertama rute ini dapat dinikmati oleh masyarakat luas dalam empat tahun ke depan. Fokus utama saat ini adalah memastikan kelancaran administrasi lahan di sepanjang rute yang telah ditentukan.
"Mudah-mudahan kalau ini berjalan lancar segmen pertama mudah-mudahan di tahun 2030 bisa kita nikmati untuk Barat-Timur," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.
Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, Weni Maulina, menjelaskan bahwa tahap awal konstruksi akan difokuskan pada rute sepanjang 24,5 kilometer di dalam wilayah Jakarta. Jalur tersebut membentang dari Tomang hingga ke arah timur menuju Medan Satria.
"Yang area pertama yang akan dibangun adalah kita sebut phase 1, stage 1, ini di dalam wilayah Jakarta, itu ruasnya dari Tomang sampai dengan Medan Satria," ujar Weni Maulina, Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta.
Pengerjaan fisik ini direncanakan menggunakan kombinasi struktur bangunan, yakni jalur layang dan jalur bawah tanah. Area seperti Roxy hingga Galur akan menggunakan konstruksi bawah tanah, sementara wilayah Tomang hingga Medan Satria akan didominasi jalur layang.
"Sudah dimulai juga lelangnya, dan ini akan terdiri dari beberapa titik di sepanjang jalur fase 1 ini, phase 1, stage 1 ini. CP100 merupakan paket pekerjaan persiapan, jadi ini sudah dilakukan lelang," ujar Weni Maulina, Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta.
Proyek ini juga mencakup pembangunan jalur tambahan sepanjang 5,7 kilometer yang akan tersambung langsung menuju Depo Rorotan. Proses lelang untuk paket pekerjaan persiapan saat ini sedang berlangsung guna memastikan jadwal pembangunan tetap sesuai target pemerintah.