Pemerintah memproyeksikan kebutuhan anggaran sebesar Rp65 triliun setiap tahun guna memperluas jaringan rel kereta api di berbagai wilayah Indonesia. Dana besar ini diperlukan untuk mengatasi ketimpangan infrastruktur transportasi rel yang selama ini masih terpusat di Pulau Jawa.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan bahwa pembangunan jaringan rel di luar Pulau Jawa saat ini masih sangat terbatas. Hal tersebut disampaikan berdasarkan data yang dikutip dari Money.
Kondisi infrastruktur saat ini menunjukkan perbedaan mencolok, di mana Pulau Jawa telah memiliki jaringan rel sepanjang 10.000 kilometer. Sebaliknya, Kalimantan belum memiliki jalur kereta sama sekali, sementara Sulawesi baru mengoperasikan sekitar 100 kilometer rel.
Sumatera sebenarnya sudah memiliki jalur kereta api, namun kondisinya belum terhubung sepenuhnya antarwilayah. Ketimpangan inilah yang mendorong pemerintah untuk memprioritaskan pembangunan serta reaktivasi jalur di ketiga pulau besar tersebut.
"Arahan Bapak Presiden untuk mengembangkan jaringan kereta di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi ini menjadi strategis," ujar AHY.
Rencana strategis ini mencakup reaktivasi dan pembangunan jalur baru sepanjang 14.000 kilometer yang ditargetkan selesai dalam kurun waktu 20 tahun. Secara total, megaproyek transportasi ini diperkirakan akan menelan biaya hingga Rp1.200 triliun.
"Jika kita ingin menambah katakanlah tadi 14.000 kilometer ini sekian tahun ke depan, maka biayanya itu diperkirakan sekitar Rp 1.200 triliun," kata AHY.
Meskipun angka tersebut sudah muncul, AHY memberikan catatan bahwa nilai Rp1.200 triliun masih merupakan estimasi awal. Besaran anggaran final nantinya akan menyesuaikan dengan kebutuhan teknis dan kondisi riil di masing-masing wilayah pembangunan.
Ekspansi jalur kereta api di luar Pulau Jawa dinilai memiliki peran krusial bagi pemerataan ekonomi nasional. Keberadaan moda transportasi ini diharapkan mampu mempercepat distribusi logistik, terutama dari daerah yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA).
Penggunaan kereta api sebagai sarana angkut barang dipandang lebih efisien dan terjangkau dibandingkan moda transportasi darat lainnya. Penurunan biaya logistik ini menjadi kunci utama dalam meningkatkan daya saing ekonomi daerah.
"Misalnya untuk ruas dari Aceh ke Sumatera Utara, khususnya dari Banda Aceh ke Besitang. Itu juga sedang dihitung lebih lanjut lagi," ujar AHY.
Selain sektor logistik, masyarakat juga akan mendapatkan manfaat langsung berupa kemudahan mobilitas antarwilayah. Kehadiran jaringan rel yang terintegrasi diharapkan mampu memberikan alternatif transportasi publik yang lebih nyaman dan aman bagi penduduk di luar Pulau Jawa.