Muhammad Ilham Akbar Menangi Sayembara Logo Hari Jadi Bogor ke-544

Muhammad Ilham Akbar Menangi Sayembara Logo Hari Jadi Bogor ke-544
Foto: Ilustrasi Muhammad Ilham Akbar Menangi Sayembara Logo Hari Jadi Bogor ke-544.

Muhammad Ilham Akbar terpilih sebagai pemenang sayembara logo Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 yang diumumkan di Balai Kota Bogor pada Senin (4/5/2026). Pria yang berlatar belakang videografer ini berhasil menyisihkan ratusan peserta lain dalam kompetisi tahunan tersebut.

Kemenangan ini menjadi pencapaian luar biasa bagi Ilham mengingat dirinya bukan merupakan seorang desainer grafis profesional. Dilansir dari Megapolitan, ia sehari-hari lebih aktif bekerja di bidang audio engineering, penyuntingan video, hingga menjadi operator streaming.

"Jadi saya awalnya tuh tidak antusias dulu awalnya. Pas saya melihat sayembara, 'ih ada sayembara', tapi karena saya bukan desain, saya bukan anak desain grafis, saya audio engineering, saya videografer, sama saya editing video dan operator video streaming," kata Ilham kepada wartawan di Balai Kota Bogor, Senin (4/5/2026).

Keterbatasan latar belakang pendidikan desain tidak menyurutkan langkah Ilham untuk mencoba kemampuannya. Ia mengaku masih memiliki pemahaman dasar dalam dunia desain visual meskipun merasa belum mencapai tahap mahir.

"Dan jauh kayaknya deh untuk desain grafis. Tapi saya tidak buta dengan desain grafis, saya bisa. Saya bisa tapi hanya cukup belum baiklah," lanjut Ilham.

Proses kreatif pembuatan logo tersebut baru dimulai sekitar tujuh hari sebelum batas waktu pengumpulan pada Kamis (30/4/2026). Motivasi utama Ilham mengikuti ajang ini adalah keinginan murni untuk memberikan kontribusi nyata bagi kota kelahirannya.

"Akhirnya saya coba gambar dulu awalnya walaupun saya enggak terlalu bisa gambar, saya gambar, saya gambar, setelah saya gambar jadilah logo yang sekarang untuk sketsanya," ujar Ilham.

Dalam menyusun rancangan tersebut, Ilham melakukan riset mendalam dengan mempelajari tren logo HJB lima tahun terakhir. Ia juga mengambil inspirasi estetika dari identitas visual institusi negara seperti Kemenpora dan brand Wonderful Indonesia.

"Di situlah otak saya bermain biasanya ya, kan otak biasanya kita bermain kita campur-campurin ini gimana rasanya, ini rasa taste-nya seperti apa, terusnya filosofi dari lekukan pun ada sebenarnya kita," jelas Ilham.

Pekerjaan desain tersebut rampung pada pagi hari di tanggal penutupan sayembara. Ilham mengungkapkan tantangan terbesar dalam proses ini adalah menjaga kepercayaan diri terhadap hasil karyanya sendiri.

"Enggak ditunda, tapi kadang-kadang kita butuh kita butuh inspirasi lagi karena jujur jelek banget awalnya sih bener jelek banget, saya aja eh jelek banget sih enggak pede gitu kan," kata Ilham.

Meski saat ini marak penggunaan teknologi otomatisasi, warga asal Kedung Waringin ini menegaskan bahwa seluruh proses pengerjaan logo dilakukan secara manual. Ia menolak penggunaan kecerdasan buatan demi menjaga keaslian identitas kota.

"Tapi emang saya enggak kepikiran untuk AI sih, maksudnya enggak kepikiran sama sekali ke sana, karena memang ini kan buat kota masa kita kasih hasil robot. Betul. Karena kota kita kan, bukan kota robot," ucap Ilham.

Pengunggahan karya dilakukan pada detik-detik terakhir karena sempat terkendala masalah teknis pada jaringan internet. Hal ini sempat memicu kekhawatiran karyanya tidak akan terkirim tepat waktu ke panitia penyelenggara.

"Jujur saya jam setengah 12-an lah sampai jam hampir jam 12 karena koneksi saya kurang, pokoknya saya masukin gagal lagi masukin gagal lagi. Akhirnya injury time saya masukin, mudah-mudahan deh masih aman," jelas Ilham.

Kepastian kemenangan baru didapatkan Ilham pada Minggu (3/5/2026) melalui pengumuman resmi. Hasil ini menjadi sangat berkesan bagi pribadinya karena bertepatan dengan perayaan hari kelahirannya yang ke-41.

"Dan serunya pengumuman itu tanggal 3 Mei, pas saya ulang tahun. Jadi ini hadiah-hadiah dari Kota Bogor. Jadi kita kayak tuker kado sih sama Kota Bogor," ujarnya.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, memberikan keterangan bahwa persaingan dalam sayembara kali ini cukup ketat dengan total 117 peserta. Pemerintah Kota Bogor menetapkan tema besar untuk peringatan tahun ini demi membangkitkan semangat kolektif warga.

"Jadi tantangannya kan sangat banyak, ini meneguhkan komitmen dan semangat masyarakat Bogor untuk siap menghadapi tantangan zaman hari ini dan ke depan," ungkap Dedie di Balai Kota Bogor, Senin (4/5/2026).

Artikel terkait

Rekomendasi