PT KAI Commuter memulai pembangunan kanopi pada peron jalur 6 hingga 8 di Stasiun Bogor, Jawa Barat, sejak Rabu (15/4/2026). Langkah ini diambil sebagai bagian dari proyek perpanjangan jalur kereta sekaligus meningkatkan kenyamanan bagi para pengguna layanan kereta api listrik di wilayah tersebut.
Proses konstruksi yang berlangsung diperkirakan memakan waktu selama 90 hari, yang berimplikasi pada penutupan sementara area peron terkait. Pihak otoritas menargetkan seluruh fasilitas tambahan ini dapat mulai beroperasi secara penuh pada Juli 2026 mendatang, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan bahwa penyediaan atap pelindung ini bertujuan untuk mengintegrasikan area tunggu penumpang dengan selasar utama stasiun. Penambahan fasilitas fisik ini merupakan tindak lanjut langsung atas aspirasi pengguna jasa yang selama ini mengeluhkan paparan cuaca saat berada di peron.
"Nah, setelah jadi, nanti untuk layanan Commuter Line akan difokuskan di peron 6, 7, dan 8. Di mana peron yang dibangun ini nanti sudah tersedia kanopi," kata Karina di Stasiun Bogor, Rabu (15/4/2026).
Karina menambahkan bahwa struktur bangunan baru tersebut sengaja dirancang untuk menyambung secara fisik dengan infrastruktur lama guna mempermudah mobilitas. Hal ini diproyeksikan dapat menghilangkan hambatan bagi penumpang yang berpindah jalur saat kondisi hujan maupun panas terik.
"Kanopi ini akan tersambung ya, akan tersambung ke posisi arah selasar. Sehingga ini menjawab keluhan masyarakat terkait kebutuhan kanopi di Stasiun Bogor," sambung dia.
Guna menjaga kelancaran arus orang selama masa pembangunan, pihak pengelola stasiun telah merancang skema pengaturan lalu lintas penumpang yang baru. Jalur pejalan kaki sementara disediakan di area pedestrian yang berdampingan dengan selasar yang saat ini sedang ditutup untuk pengerjaan teknis.
"Jadi untuk flow penumpang ini akan ada area pedestrian sementara, temporary, di samping selasar yang saat ini sudah ditutup posisinya di Stasiun Bogor," jelas Karina.
Pemisahan pintu masuk dan keluar juga menjadi bagian dari strategi mitigasi kepadatan di jam-jam sibuk. Sebagian pengguna akan diarahkan menuju Pintu Timur atau area Alun-alun Kota Bogor, sementara akses ke Pintu Barat Jalan Mayor Oking dapat ditempuh melalui jembatan penyeberangan atau Skybridge Paledang.
"Dan nanti pada saat kondisi atau jam-jam kepadatan tertentu di Stasiun Bogor, kami akan melakukan untuk rekayasa flow penumpang yang akan diarahkan mungkin sebagian ke arah Hall Taman Topi dan sebagian juga bisa diarahkan yang akan menuju ke Hall Barat akan diarahkan melalui JPO Paledang," tutur dia.