Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengumumkan rencana pembangunan 100 gudang baru milik Perum Bulog di 92 kabupaten dan kota untuk mengatasi keterbatasan kapasitas penampungan stok beras nasional pada Rabu (22/4/2026).
Proyek infrastruktur ini dilansir dari Detik Finance didukung oleh alokasi anggaran sebesar Rp5 triliun. Langkah strategis tersebut secara resmi didasarkan pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 14 Tahun 2026 mengenai Percepatan Pelaksanaan Penyediaan Infrastruktur Pascapanen Dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional yang telah diundangkan sejak 11 Maret 2026.
Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa fasilitas penyimpanan tersebut akan mengadopsi kemajuan teknologi terkini. Integrasi teknologi ini diklaim mampu menjaga kualitas komoditas beras dalam jangka waktu yang lebih lama dari standar biasanya.
"Gudangnya ini disesuaikan dengan perkembangan teknologi. Kemarin Kepala BRIN mengatakan ini bisa tahan 2 tahun," ujar Zulhas, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
Pernyataan tersebut disampaikan usai pelaksanaan Rapat Koordinasi yang berlangsung di Graha Mandiri, Jakarta. Melalui pembangunan ini, pemerintah berupaya memastikan kualitas stok pangan pemerintah tetap terjaga meski disimpan dalam periode yang panjang.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Hamdani memberikan rincian terkait dampak penambahan infrastruktur ini terhadap kapasitas logistik nasional. Menurut perhitungannya, keberadaan 100 titik baru tersebut akan meningkatkan daya tampung secara signifikan.
"Target dari total pembangunan 100 infrastruktur pasca panen ini, kalau kami hitung dengan total jumlah pembangunan itu lebih kurang untuk sekitar 900 ribu ton," kata Ahmad Rizal Hamdani, Direktur Utama Perum Bulog.
Mengenai ketersediaan lahan, proyek ini menggunakan skema kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Sebanyak 48 unit gudang akan didirikan di atas lahan hibah dari Pemerintah Daerah, sementara 52 unit sisanya dibangun di lahan milik internal Bulog.
"Sekarang yang hibah aset lahan untuk gudang ini banyak sekali dari masing-masing pemda. Karena apa? Karena pemda-pemda itu juga pengin punya gudang Bulog tambahan. Karena mereka sadar bahwa produksi pangan kita sangat meningkat khususnya beras. Jadi overload-lah rata-rata," terang Ahmad Rizal Hamdani, Direktur Utama Perum Bulog.
Meskipun jadwal pasti dimulainya konstruksi belum ditetapkan, pihak manajemen Bulog menyatakan kesiapan untuk segera melakukan eksekusi fisik. Koordinasi dengan perusahaan kontraktor negara telah disiapkan guna mempercepat realisasi proyek.
"Rencana pembangunan sesegera mungkin. Begitu ini ditanda tangan beliau, kita langsung dengan BUMN Karya langsung eksekusi nanti semuanya," kata Ahmad Rizal Hamdani, Direktur Utama Perum Bulog.