Seorang pegawai toko roti berinisial A tewas setelah dibacok oleh mantan rekan kerjanya berinisial RS akibat perselisihan spontan di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, pada Jumat (8/5/2026). Pelaku dan korban diketahui pernah bernaung di bawah perusahaan yang sama meski bertugas di lokasi berbeda.
Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa insiden maut tersebut bermula dari persinggungan kendaraan yang memicu emosi pelaku di sekitar lokasi kejadian. Dilansir dari Megapolitan, korban baru saja memulai pekerjaannya selama satu hari sebelum peristiwa tragis itu terjadi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto memberikan penjelasan mengenai status hubungan antara pelaku dan korban yang ternyata sempat bekerja di jenama yang sama.
"Sebelumnya yang bersangkutan (pelaku dan korban) bekerja dalam satu brand, tetapi di toko yang berbeda," kata Budi, Jumat (8/5/2026).
Penegasan mengenai ketidaksalingkenalan antara keduanya juga disampaikan pihak kepolisian mengingat perbedaan waktu kerja mereka. Emosi yang tidak terkendali saat berpapasan di jalan menjadi faktor utama penyerangan tersebut.
"Keduanya terlibat cekcok secara spontan di sekitar lokasi kejadian. Jadi antara tersangka dengan korban ini tidak saling mengenal," ujar Budi.
Penyidik menemukan fakta bahwa pelaku sudah membekali diri dengan senjata tajam jenis celurit saat berkendara. Meskipun tidak ada perencanaan awal untuk membunuh korban, senjata tersebut langsung digunakan saat pertengkaran memanas.
"Nah, terkait sajam, ini ada padanya. Artinya melekat, apakah itu di sepeda motor ataupun di badan orang yang bersangkutan," kata Budi.
Korban yang saat itu sedang izin keluar untuk membeli pulsa ditemukan dalam kondisi tidak berdaya dengan luka parah di bagian dada. Saksi di lokasi menyatakan bahwa korban merupakan perantau yang baru saja tiba di Jakarta.
Rekan kerja korban, Rizky, memberikan keterangan bahwa korban baru saja menetap semalam di lingkungan tersebut untuk mulai bekerja.
"Dia orang baru, baru semalam datang ke sini, kerja di sini juga iya. Siangnya udah ada kejadian ini (pembacokan)," ujar Rizky.
Insiden penyerangan berlangsung cepat sekitar pukul 15.00 WIB ketika situasi jalanan sedang cukup ramai. Korban sempat berpamitan kepada rekan-rekannya setelah jam makan siang sebelum akhirnya diserang oleh pelaku.
"Dia habis makan, terus katanya mau keluar dulu sebentar, mau beli pulsa. Pas di jalan itu kejadiannya (pembacokan)," ucap Rizky.