Mantan Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek, Iwan Syahril, mengungkapkan tingkat pemanfaatan Chromebook untuk pembelajaran di sekolah telah mencapai 98 persen pada tahun 2024. Penjelasan tersebut disampaikan dalam sidang dugaan korupsi pengadaan perangkat teknologi di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, pada Selasa (14/4/2026).
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam persidangan, sebanyak 38.856 sekolah dari target 38.863 sekolah yang dibiayai APBN telah memenuhi kriteria penggunaan perangkat tersebut. Sebagaimana dilansir dari Nasional, capaian dari jalur Dana Alokasi Khusus (DAK) tercatat lebih tinggi yakni 99,99 persen atau mencakup 36.721 sekolah.
"Artinya tinggal tujuh sekolah lagi yang masih belum selesai," kata Iwan Syahril, Mantan Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek.
Meskipun angka pemanfaatan tinggi, Iwan mengakui masih terdapat kendala teknis di lapangan, termasuk keterbatasan akses internet dan persepsi salah mengenai penggunaan perangkat secara luring. Pihak kementerian mengidentifikasi adanya 21 sekolah dasar yang terpantau belum memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal.
"Total masih ada SD 21, sekolah yang belum memanfaatkan untuk pembelajaran dan kita mengidentifikasi sekolah-sekolah sana saja ya, masih belum. Jadi ini saya minta waktu itu pada tim untuk terus berkoordinasi apa yang masih menjadi masalah sehingga bisa mencapai sampai 100 persen," papar Iwan Syahril, Mantan Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek.
Iwan menegaskan bahwa Chromebook sebenarnya dapat dioperasikan tanpa koneksi internet untuk keperluan asesmen maupun simulasi laboratorium virtual. Upaya mengatasi kendala dilakukan melalui pelatihan berjenjang bagi para guru dan pemantauan berkelanjutan untuk mencegah penurunan kualitas pemanfaatan teknologi.
ÔÇ£Chromebook bisa digunakan tanpa internet, misalnya untuk asesmen, pembelajaran, bahkan simulasi laboratorium,ÔÇØ jelas Iwan Syahril, Mantan Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek.
Sebelum mengakhiri masa jabatan pada Januari 2025, data terakhir menunjukkan sisa sekolah yang belum memanfaatkan perangkat hanya berjumlah 11 sekolah dari 7.000 sekolah yang dipantau. Selain itu, terdapat pengembalian sisa anggaran tahun 2022 sebesar Rp 113 miliar ke kas negara akibat efisiensi realisasi pengadaan.
Mengenai sistem pengawasan, Iwan menjelaskan bahwa penggunaan Chrome Device Management (CDM) sangat krusial dalam mempercepat pemantauan serta mencegah pembengkakan anggaran akibat proses manual yang lambat.
ÔÇ£Tanpa CDM bisa, tapi sangat sulit, butuh sumber daya besar dan waktu lama. Dengan sistem ini, semuanya jauh lebih cepat,ÔÇØ ujar Iwan Syahril, Mantan Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek.