Bank Raya Angkat Farid Rahman dan Tatang Yuliono Jadi Komisaris

Bank Raya Angkat Farid Rahman dan Tatang Yuliono Jadi Komisaris
Foto: Ilustrasi Bank Raya Angkat Farid Rahman dan Tatang Yuliono Jadi Komisaris.

PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) resmi mengangkat dua anggota dewan komisaris baru melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 yang berlangsung pada Rabu (20/5/2026). Dilansir dari Money, dua nama baru yang masuk dalam jajaran komisaris perseroan tersebut adalah Farid Rahman sebagai Komisaris Independen dan Tatang Yuliono sebagai Komisaris.

Penunjukkan dua figur baru ini menjadi agenda pertama yang dibahas dan langsung mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham dalam RUPST 2026. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat struktur pengawasan strategis di dalam internal perusahaan perbankan tersebut.

"(Keduanya mulai) efektif setelah penilaian kemampuan dan kepatutoran disetujui Otoritas Jasa Keuangan," jelas Direktur Utama Bank Raya Ida Bagus Ketut Subagia dalam keterangan tertulis, Rabu (20/5/2026).

Sebelum menduduki jabatan baru ini, Farid Rahman dikenal sebagai bankir senior yang tengah aktif menjabat sebagai Direktur PT Medco Intidinamika sejak 2024. Riwayat kariernya mencakup posisi Komisaris Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk periode 2019-2024, serta Komisaris Utama PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk pada 2012-2019.

Sementara itu, Tatang Yuliono merupakan birokrat yang menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan sejak 2024. Tatang sebelumnya pernah dipercaya sebagai Asisten Deputi Pengembangan Logistik Nasional pada 2024 serta Asisten Deputi Fasilitasi Perdagangan pada 2020-2024 di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Pelaksanaan RUPST 2026 ini dihadiri oleh kuorum pemegang saham yang sah. Tercatat persentase kehadiran mencapai 89,53 persen atau mewakili 22,08 miliar saham dari total seluruh saham yang telah dikeluarkan oleh perseroan.

"Dengan dukungan dari Pemegang Saham yang ditunjukkan dengan disetujuinya seluruh usulan mata acara dalam RUPST 2026 ini, kami optimistis Bank Raya akan semakin kuat melangkah sebagai bank digital yang tangguh, sehat, dan berkelanjutan," ucap Bagus.

Bagus menambahkan bahwa RUPST merupakan wujud nyata dari implementasi tata kelola perusahaan yang baik. Hal ini terlihat dari keterlibatan langsung pemegang saham untuk menyetujui setiap keputusan strategis yang diambil perseroan.

"Ke depan, Perseroan akan terus fokus memperkuat fundamental bisnis, memperluas inovasi layanan digital, serta meningkatkan kontribusi dalam mendorong percepatan inklusi keuangan digital di Indonesia," tutup Bagus.

Artikel terkait

Rekomendasi