Dradjad Wibowo Sebut Peluang Gibran pada Pilpres 2029 Bergantung Jokowi

Dradjad Wibowo Sebut Peluang Gibran pada Pilpres 2029 Bergantung Jokowi
Foto: Ilustrasi Dradjad Wibowo Sebut Peluang Gibran pada Pilpres 2029 Bergantung Jokowi.

Politikus senior PAN Dradjad Wibowo mengungkapkan bahwa peluang Gibran Rakabuming Raka untuk kembali mendampingi Presiden Prabowo Subianto pada Pilpres 2029 sangat dipengaruhi oleh konstelasi politik dan efek elektoral Joko Widodo. Penilaian ini disampaikan dalam sebuah tayangan pada Selasa (28/4/2026) sebagaimana dilansir dari Nasional.

Dradjad menekankan bahwa tingkat popularitas mantan Presiden Jokowi yang tetap tinggi menjadi variabel krusial bagi masa depan politik putranya. Menurutnya, rasionalitas Prabowo dalam memilih pasangan akan didasarkan pada perhitungan kekuatan dukungan publik yang nyata di lapangan.

"Tentu sangat amat tergantung konstelasi nanti. Sekarang ini kita harus akui Pak Jokowi itu masih popularitasnya sangat tinggi," kata Dradjad.

Faktor coattail effect atau efek ekor jas dari figur Jokowi dinilai masih menjadi magnet kuat bagi perolehan suara nasional. Dradjad menjelaskan bahwa pergerakan politik ke depan akan terus dievaluasi berdasarkan tren dukungan masyarakat tersebut.

"Jadi ya, kalau popularitas Pak Jokowi tetap sangat tinggi dan kemudian Mas Gibran dapet coattail efeknya dari Pak Jokowi, tentu Pak Prabowo akan sangat rasional untuk mengajak Mas Gibran kembali," lanjut Dradjad.

Aktivitas lapangan yang dilakukan Gibran saat ini, seperti kunjungan ke institusi pendidikan, dipandang sebagai upaya memperkuat basis massa secara mandiri. Dradjad mencatat bahwa pendekatan langsung ke masyarakat ini efektif untuk memelihara loyalitas pendukung yang sudah ada.

"Dan jangan lupa Mas Gibran itu rajin lho keliling. Oh iya. Ke sekolah-sekolah, universitas. Dan jangan lupa, apa namanya, banyak yang fans-nya Mas Gibran banyak. Jadi ya wajar sekarang, jadi ya semua rajin keliling lah," ungkap Dradjad.

Di sisi lain, internal PAN juga tidak menutup kemungkinan untuk mendorong kader sendiri dalam kontestasi politik mendatang. Dradjad menyebut nama Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sebagai salah satu figur yang berpotensi masuk dalam bursa kepemimpinan nasional jika keadaan memungkinkan.

"Jadi kalau memang nanti ternyata konstelasinya memungkinkan Bang Zul (Zulkifli Hasan) untuk jadi cawapresnya Pak Prabowo, ya tentu akan kita ambil gitu loh," kata Dradjad.

Mengenai soliditas basis pemilih, Dradjad membandingkan pengaruh Jokowi dengan tokoh-tokoh besar lainnya seperti Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono. Ia menilai kekuatan nyata seorang pemimpin tanpa partai baru akan teruji saat mendekati masa pendaftaran di KPU.

"Ibu Mega faktanya pemilihnya sangat solid segitu kan? Pak SBY sempat tinggi, tapi kemudian turun kan? Nah Pak Jokowi karena beliau tidak punya partai, belum terlihat. Tapi nanti pada saatnya akan terlihat nanti, akan muncul," ungkap Dradjad.

Peta koalisi dan arah dukungan partai politik diprediksi baru akan terlihat secara eksplisit sekitar enam bulan sebelum jadwal pendaftaran calon presiden dan wakil presiden dibuka secara resmi.

Artikel terkait

Rekomendasi