Sebanyak 393 calon jemaah haji asal Kabupaten Lombok Tengah yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 7 Nusa Tenggara Barat resmi diberangkatkan menuju Arab Saudi melalui Masjid Agung Praya pada Rabu (29/4/2026). Keberangkatan ini diiringi prosesi pelepasan resmi di tengah suasana khidmat.
Dilansir dari Kompas, Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah menekankan pentingnya menjaga stamina selama pelaksanaan rukun Islam kelima tersebut. Beliau meminta jemaah untuk senantiasa mematuhi regulasi yang ditetapkan otoritas Arab Saudi.
"Jaga kesehatan dan taati aturan di Tanah Suci agar ibadah dapat dilaksanakan dengan baik,ÔÇØ ujarnya HM Nursiah, Wakil Bupati Lombok Tengah.
Nursiah juga memberikan wejangan agar para jemaah fokus menjalankan ibadah sesuai tuntunan syariat yang ada. Arahan ini diberikan guna memastikan kelancaran seluruh tahapan ibadah di tanah suci.
ÔÇ£Semoga jemaah bisa melaksanakan ibadah haji sesuai dengan syariat Islam," katanya HM Nursiah, Wakil Bupati Lombok Tengah.
Selain pesan teknis dan spiritual, Wakil Bupati menyampaikan harapan khusus kepada para jemaah untuk mendoakan daerah asal mereka. Doa tersebut ditujukan bagi kemajuan wilayah Lombok Tengah secara keseluruhan.
"Saya titip doa untuk kesejahteraan masyarakat Lombok Tengah," katanya HM Nursiah, Wakil Bupati Lombok Tengah.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Lombok Tengah Lalu Syamsul Hadi merinci bahwa total jemaah dari wilayahnya mencapai 1.174 orang pada tahun 2026. Seluruh jemaah tersebut didistribusikan ke dalam empat kloter berbeda yakni Kloter 2, 7, 12, dan 15.
"Lombok Tengah ada empat kloter yakni Kloter 2, 7, 12, dan 15. Total calon haji yang berangkat tahun 2026 sebanyak 1.174 orang," katanya Lalu Syamsul Hadi, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Lombok Tengah.
Sebelum keberangkatan Kloter 7, Kloter 2 yang berisi 393 orang telah bertolak lebih dahulu pada 23 April 2026 melalui Bandara Internasional Lombok. Sementara itu, Kloter 12 dan Kloter 15 dijadwalkan menyusul sesuai urutan agenda.
Namun, dalam proses verifikasi akhir, dilaporkan adanya jemaah yang batal berangkat karena kendala kesehatan dan faktor usia. Syamsul Hadi mengonfirmasi adanya jemaah yang meninggal dunia sebelum jadwal keberangkatan.
"Ada dua calon haji yang gagal berangkat karena sakit dan satu meninggal dunia," katanya Lalu Syamsul Hadi, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Lombok Tengah.