Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Jenderal Purnawirawan TNI Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (27/4/2026). Dudung dilantik bersama lima pejabat lainnya setelah sebelumnya mengemban amanah sebagai Penasihat Khusus Presiden untuk Urusan Pertahanan Nasional.
Pengangkatan ini menandai babak baru dalam karier militer dan pemerintahan Dudung yang dilansir dari Nasional memiliki rekam jejak panjang. Sebelum menduduki kursi pimpinan KSP, ia tercatat pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada periode 2021 hingga masa pensiunnya di tahun 2023.
Perjalanan hidup Dudung sebelum menjadi perwira tinggi diwarnai perjuangan membantu ekonomi keluarga sejak sang ayah wafat pada 1981 saat ia duduk di bangku SMP. Sebagai anak keenam dari delapan bersaudara, ia sempat melakoni pekerjaan sebagai pengantar koran dan penjual makanan untuk membantu ibunya.
"Sepeninggal bapak saya, ibu saya ini kan ya secara ekonomi ya namanya janda pensiunan PNS. Akhirnya untuk menopang kehidupan itu saya jualan koran, saya nganter koran, loper koran," ucap Dudung Abdurachman, Kepala KSP.
Aktivitas harian Dudung dimulai pukul 04.00 pagi untuk mengantar koran menggunakan sepeda, kemudian berlanjut menjajakan kue klepon di lingkungan Kodam III/Siliwangi. Sebuah insiden saat berdagang kue di markas militer tersebut menjadi titik balik yang memicu tekadnya masuk ke dunia militer.
"Ditendanglah kue itu, ada 50 biji, menggelundung. Di situ saya bilang, awas nanti saya jadi perwira. Di situ saya bangkit pengin jadi tentara. Awalnya di situ, padahal dulu cita-cita saya pengin kuliah," kata Dudung Abdurachman, Kepala KSP.
Kejadian tersebut menumbuhkan prinsip dalam dirinya untuk tidak bersikap sewenang-wenang terhadap masyarakat kecil jika suatu saat memiliki kekuasaan. Ambisi tersebut akhirnya membawa Dudung menempuh pendidikan di Akademi Militer, Bandung, hingga lulus dengan pangkat Letnan Dua.
"Di situ saya berpikir, ini orang jangan semena-mena sama rakyat kecil. Itu enggak boleh," tutur Dudung Abdurachman, Kepala KSP.
Karier militernya mencakup berbagai penugasan strategis, termasuk operasi di Dili, Timor Timur pada 1988 serta menjadi bagian dari tim penjaga perdamaian di Filipina Selatan. Dudung juga tercatat pernah memimpin Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) dan menjabat sebagai Panglima Kodam Jaya pada tahun 2020.