Pegawai Kemenhan Jadi Korban Pengeroyokan di Terminal Depok Baru

Pegawai Kemenhan Jadi Korban Pengeroyokan di Terminal Depok Baru
Foto: Ilustrasi Pegawai Kemenhan Jadi Korban Pengeroyokan di Terminal Depok Baru.

Aksi pengeroyokan menimpa seorang pegawai Kementerian Pertahanan (Kemenhan) di kawasan Terminal Depok Baru, Jawa Barat, pada Sabtu, 25 April 2026 malam.

Insiden kekerasan ini menjadi perbincangan luas di jagat maya setelah rekaman video yang memperlihatkan detik-detik korban diamuk massa beredar di media sosial.

Dilansir dari Megapolitan, salah satu akun Instagram yang mengunggah rekaman tersebut adalah @jabodetabek24info.

Dalam video tersebut, korban yang mengenakan kaus berkerah motif garis abu-abu putih tampak dipukuli oleh seorang pria berbaju flanel kotak-kotak merah.

Kekerasan tidak hanya dilakukan oleh satu orang, melainkan turut melibatkan sejumlah penumpang lain yang berada di lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari rekaman tersebut, perselisihan diduga kuat bermula saat korban memberikan teguran kepada seorang ibu.

Wanita tersebut diketahui sedang memarahi anaknya di area terminal, namun suami sang ibu tidak menerima teguran yang dilayangkan oleh korban.

Ketegangan pun meningkat hingga terjadi adu mulut yang berujung pada tindakan pemukulan terhadap pegawai instansi pertahanan tersebut.

Situasi yang memanas memicu emosi para penumpang lain di sekitar lokasi yang kemudian ikut melakukan pengeroyokan tanpa mengetahui akar permasalahannya.

Kesaksian Pengelola Terminal

Bergas Fajar, Petugas Pengelola Terminal Terpadu Depok Baru, mengonfirmasi terjadinya peristiwa tersebut dan mengaku sempat berupaya melerai pertikaian.

"Dia (pegawai Kemenhan) itu melerai atau menegur ibu-ibu yang sedang memarahi anaknya secara bercanda. Terus dari Ibunya itu tidak terima," ujar Bergas.

Bergas menjelaskan bahwa ibu tersebut langsung tersulut emosi dan berbicara dengan nada tinggi setelah ditegur oleh korban.

Kondisi semakin tidak terkendali ketika suami dari wanita itu ikut terpancing amarahnya dan mendaratkan pukulan ke arah korban.

Keributan yang terjadi di area publik ini segera menarik perhatian massa yang tengah menunggu jadwal keberangkatan di terminal.

Sejumlah warga yang tidak mengetahui awal mula konflik justru terprovokasi dan ikut menyerang korban hingga terjadi aksi pengeroyokan massal.

Artikel terkait

Rekomendasi