Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memberikan respons terhadap instruksi Presiden Prabowo Subianto mengenai penurunan potongan tarif bagi pengemudi ojek online (ojol) dari aplikator menjadi 8 persen pada Minggu (3/5/2026).
Ketua DPP PDIP Charles Honoris mengeklaim bahwa pernyataan Presiden tersebut merupakan hasil nyata dari upaya yang telah diperjuangkan oleh partainya selama lebih dari satu tahun terakhir, dilansir dari Nasional.
"Kalau dari sisi PDI Perjuangan ini adalah perjuangan yang sudah dilakukan selama lebih dari 1 tahun ya," kata Charles Honoris, Ketua DPP PDIP.
Kebijakan baru ini mengubah ketentuan sebelumnya di mana potongan tarif ojol kepada pihak aplikator mencapai angka 20 persen. Perubahan tersebut diumumkan Prabowo saat peringatan Hari Buruh di Monas melalui Perpres Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online.
"Kami menyambut baik yang disampaikan Presiden kemarin," ujar Charles Honoris, Ketua DPP PDIP.
Pihak partai berlambang banteng tersebut mengharapkan arahan kepala negara tersebut segera diimplementasikan secara nyata bagi para pekerja transportasi daring dalam waktu dekat.
"Harapan kami bisa segera direalisasikan, bukan hanya sekadar janji-janji yang disampaikan di acara tersebut," ungkap Charles Honoris, Ketua DPP PDIP.
Internal PDIP juga menyatakan bahwa langkah Presiden Prabowo berkaitan erat dengan peran Adian Napitupulu, politikus PDIP sekaligus anggota Komisi V DPR yang vokal menyuarakan penurunan tarif ojol.
Ketua DPP PDIP Mercy Chriesty Barends memberikan apresiasi khusus kepada Adian saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional yang diselenggarakan oleh partai tersebut.
"Hadir di tengah-tengah kita semua pasti kenal karena tempur kemarin untuk ojol turun jadi 8 persen. Siapa namanya? Yang kuat! Adian Napitupulu," sapa Mercy Chriesty Barends, Ketua DPP PDIP.