PBNU Gelar Pleno Tentukan Jadwal Munas dan Konbes 21 Mei 2026

PBNU Gelar Pleno Tentukan Jadwal Munas dan Konbes 21 Mei 2026
Foto: Ilustrasi PBNU Gelar Pleno Tentukan Jadwal Munas dan Konbes 21 Mei 2026.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjadwalkan rapat pleno pada 21 Mei 2026 untuk menetapkan waktu dan lokasi penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama serta Konferensi Besar (Konbes) NU. Langkah ini diambil setelah panitia pelaksana resmi disahkan dan melakukan pertemuan perdana di Jakarta pada Rabu (13/5/2026).

Penetapan jadwal tersebut menjadi krusial karena forum Munas-Konbes akan menjadi dasar penentuan pelaksanaan Muktamar NU. Dilansir dari Cahaya, Muktamar merupakan otoritas tertinggi organisasi yang bertugas memilih kepengurusan baru untuk masa khidmat lima tahun mendatang.

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, menjelaskan bahwa pembentukan panitia telah rampung dan proses kerja organisasi telah dimulai. Persetujuan mengenai waktu rapat pleno juga telah diberikan oleh Rais Aam PBNU sebagai pemegang otoritas tertinggi dalam struktur kepengurusan.

ÔÇ£Panitia sudah disahkan, hari ini ada rapat pertama panitia. Rais Aam sudah setuju untuk kita selenggarakan pleno tanggal 21 Mei nanti. Itu nanti untuk memutuskan waktu dan tempat Munas dan Konbes,ÔÇØ ujar Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU.

Mengenai lokasi acara, Gus Yahya menyebutkan bahwa sejumlah daerah telah masuk dalam bursa usulan sebagai tuan rumah, baik untuk Munas-Konbes maupun Muktamar. Daftar wilayah tersebut mencakup Jakarta, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

Meski daftar kandidat lokasi sudah mulai mengerucut, mekanisme pengambilan keputusan akhir tetap akan merujuk pada tradisi internal organisasi. PBNU mengedepankan musyawarah yang melibatkan pertimbangan para tokoh senior di lingkungan Nahdlatul Ulama.

ÔÇ£Jadi nanti kita akan bicarakan, kita putuskan dengan cara NU. Cara NU itu artinya dengan kebijakan, wisdom dari para sesepuh kiai di lingkungan itu,ÔÇØ kata Yahya Cholil Staquf.

Dinamika menjelang Muktamar juga mulai memunculkan nama-nama potensial yang diprediksi akan mengisi bursa pemilihan ketua umum. Salah satu nama yang santer dibicarakan di lingkungan organisasi adalah Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Menanggapi isu kandidat tersebut, Gus Yahya menyatakan keterbukaannya terhadap munculnya berbagai nama dalam kontestasi. Fokus kepemimpinan PBNU saat ini tetap diarahkan pada penyelesaian target dan janji organisasi yang telah dicanangkan sebelumnya.

ÔÇ£Saya ini sekarang sedang berusaha melunasi utang janji saya pada waktu maju calon di Lampung kemarin. Kalau sudah lunas semua, ya, sudah. Kalau belum lunas, saya akan minta tempuh (maju),ÔÇØ katanya.

Artikel terkait

Rekomendasi