Perumda Pasar Jaya mengerahkan lima unit truk pengangkut sampah baru di kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Jumat (1/5/2026) guna mengatasi masalah penumpukan sampah yang sempat terjadi. Langkah ini diambil sebagai strategi jangka pendek untuk menjaga kebersihan dan menghilangkan citra kumuh di area pasar tersebut.
Ketua Dewan Pengawas Perumda Pasar Jaya, Joko Suparyoto, menjelaskan bahwa penambahan armada ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk menangani volume sampah secara efektif. Dilansir dari Megapolitan, setiap unit truk baru tersebut memiliki kapasitas angkut sebesar 16 meter kubik.
"Untuk jangka panjang, kami bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengatasi persoalan sampah, salah satunya melalui kerja sama dengan NPAP ITB," ujar Joko Suparyoto, Ketua Dewan Pengawas Perumda Pasar Jaya.
Pihak pengelola mengharapkan penambahan infrastruktur ini mampu mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang. Pengadaan armada mandiri tersebut juga ditujukan untuk memperkuat kapasitas internal dalam manajemen limbah pasar.
"Kita berharap dengan adanya armada baru ini, persoalan penumpukan sampah di pasar induk minimal bisa tertangani dan mengurangi penumpukan yang sempat terjadi beberapa waktu lalu," jelas Joko Suparyoto.
Joko menambahkan bahwa kolaborasi dan kesadaran bersama menjadi kunci dalam menjaga kondisi lingkungan pasar. Pengawasan ketat akan terus dilakukan untuk memastikan standar kebersihan tetap terjaga di lokasi perdagangan tersebut.
"Kita harus menghilangkan stigma lama bahwa pasar adalah tempat yang kumuh karena tumpukan sampah. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, bukan hanya tanggung jawab pengelola pasar saja," katanya.
Senada dengan Joko, Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, menyatakan bahwa penambahan lima armada ini akan mempercepat durasi pembersihan sampah di lapangan. Armada ini telah diserahterimakan untuk segera beroperasi secara rutin.
"Dengan jumlah armada sebanyak 5 unit dengan masing-masing kapasitas armada sebanyak 16 meter kubik, diharapkan proses pengangkutan sampah dapat berjalan dengan lebih cepat, teratur, dan menyeluruh," kata Agus Himawan, Direktur Utama Perumda Pasar Jaya.
Agus menekankan bahwa operasional armada tersebut akan diatur dalam jadwal yang ketat. Hal ini bertujuan agar tidak ada lagi titik-titik di area pasar yang menjadi lokasi tumpukan sampah dalam waktu lama.
"Sampah yang mungkin menumpuk terlalu lama di sudut-sudut pasar ini akan dapat segera terangkut secara terjadwal, dan hal ini tentunya akan memberikan dampak baik untuk pedagang," jelas Agus Himawan.
Krisis sampah di Pasar Induk Kramat Jati sebelumnya mencatat angka yang signifikan pada awal Maret 2026. Kendala teknis pada penyediaan armada sejak 9 Maret 2026 menyebabkan timbunan yang sangat besar.
"Sekitar 6.970 ton atau setara dengan kurang lebih 410 truk tronton. Kondisi ini dipicu kendala teknis dalam penyediaan armada pengangkutan sejak 9 Maret 2026," kata Topik Hidayatulloh, Manager Humas Perumda Pasar Jaya.
Sebagai solusi percepatan, manajemen Pasar Jaya juga telah melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Pihak humas memastikan akan ada kemajuan nyata dalam pembersihan area pasar melalui sinergi antarinstansi tersebut.