Partai Ummat Respons Usulan Yusril Ihza Terkait Ambang Batas Parlemen

Partai Ummat Respons Usulan Yusril Ihza Terkait Ambang Batas Parlemen
Foto: Ilustrasi Partai Ummat Respons Usulan Yusril Ihza Terkait Ambang Batas Parlemen.

Sekretaris Jenderal Partai Ummat Taufik Hidayat menanggapi usulan Menteri Koordinator bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengenai penyesuaian ambang batas parlemen dengan jumlah komisi di DPR pada Selasa (5/5/2026).

Langkah ini dipandang sebagai solusi penengah di tengah wacana partai-partai besar yang berupaya menaikkan persentase ambang batas parlemen atau parliamentary threshold. Dilansir dari Nasional, Taufik menyebut skema tersebut memiliki kemiripan dengan aspirasi partainya.

Taufik Hidayat menjelaskan bahwa gagasan yang dilontarkan Yusril sejalan dengan usulan ambang batas 1 persen yang selama ini diperjuangkan oleh Partai Ummat untuk menjaga iklim demokrasi.

"Jadi kalau kami sih ya so so lah gitu istilahnya tidak terlalu juga nolak atau juga enggak terlalu menerima, tapi setidaknya ini jalan kompromi lah setidaknya kalau memang itu diterima," kata Taufik saat dihubungi Kompas.com, Selasa (5/5/2026).

Kritik tajam turut disampaikan Taufik terhadap fraksi-fraksi besar yang mengusulkan kenaikan ambang batas menjadi 5 hingga 10 persen. Ia menilai ambisi tersebut merupakan kemunduran demokrasi dan bentuk pengabaian terhadap putusan Mahkamah Konstitusi.

Penegasan diberikan kepada partai koalisi pemerintah agar tidak menunjukkan arogansi kekuasaan dengan menciptakan regulasi yang mempersempit ruang bagi partai politik kecil untuk berkontribusi.

"Janganlah berpikir anda sekarang lagi berkuasa, lagi banyak suara, anda berpikir anda akan terus punya suara," tegas Taufik.

Artikel terkait

Rekomendasi