Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul sebagai Ketua Panitia Muktamar Ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada awal Agustus 2026. Keputusan ini merupakan hasil kesepakatan dalam pleno serta rapat gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah organisasi tersebut.
Penetapan jadwal dan struktur kepanitiaan ditegaskan bukan merupakan inisiatif individu, melansir laporan dari Nasional. Gus Ipul menyatakan bahwa sebagai pihak yang ditunjuk, dirinya berkewajiban menjalankan amanat hasil rapat besar tersebut secara organisasi.
"Muktamar dilaksanakan pada bulan Agustus itu adalah keputusan. Bukan karangan orang-perorang tapi ini adalah keputusan (rapat gabungan)," kata Gus Ipul, Sekretaris Jenderal PBNU.
Dalam susunan panitia inti, Gus Ipul menjabat sebagai Ketua Panitia Pelaksana atau Organizing Committee (OC) dengan didampingi Amin Said Husni sebagai sekretaris. Sementara itu, posisi Steering Committee (SC) atau panitia pengarah diisi oleh Katib Aam NU Ahmad Said Asrori dan Muhammad Nuh sebagai sekretaris.
"Itu panitia inti yang ditugaskan untuk membentuk susunan kepanitiaan lengkap," ucap Gus Ipul, Sekretaris Jenderal PBNU.
Pembentukan panitia lain akan segera menyusul guna melengkapi kebutuhan teknis pelaksanaan forum tertinggi warga Nahdliyin tersebut. Meski persiapan terus berjalan, Gus Ipul mengakui masih terdapat sejumlah poin internal yang belum mencapai mufakat sepenuhnya.
"Tapi saya nggak membahas ini lah ini masalah internal," ucap Gus Ipul, Sekretaris Jenderal PBNU.
Terkait durasi persiapan, PBNU menilai waktu dua bulan merupakan periode yang memadai berkaca pada penyelenggaraan muktamar periode sebelumnya. Saat ini, fokus panitia mulai bergeser pada penentuan lokasi acara dari beberapa wilayah yang sudah mengajukan usulan.
Beberapa daerah yang masuk dalam radar bursa lokasi antara lain Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, Jakarta, dan Jawa Timur. Gus Ipul menekankan bahwa faktor ketersediaan sarana pendukung akan menjadi variabel penentu paling krusial dalam memilih tuan rumah.
"Pertama tentu yang jadi ukuran adalah kesiapan infrastruktur. Karena kalau Muktamar ini ya bisa jadi 3.000 sampai 5.000 ya pesertanya itu," kata Gus Ipul, Sekretaris Jenderal PBNU.
Selain kapasitas tampung, kemudahan akses transportasi bagi seluruh peserta dari berbagai penjuru daerah juga menjadi pertimbangan utama panitia pelaksana dalam menetapkan lokasi Muktamar Ke-35 mendatang.