CEO Nvidia Jensen Huang mengungkapkan bahwa pangsa pasar perusahaannya di China telah merosot hingga menyentuh angka nol persen. Informasi yang dilansir dari Tekno ini menandai perubahan drastis bagi raksasa teknologi yang sebelumnya mendominasi pasar semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI) di wilayah tersebut.
Penyusutan pangsa pasar ini dipicu oleh kebijakan kontrol ekspor pemerintah Amerika Serikat (AS) yang membatasi akses China terhadap teknologi canggih. Meskipun ditujukan untuk mempertahankan keunggulan teknologi AS, aturan tersebut justru membuka peluang bagi produsen chip lokal di China untuk mengisi kekosongan pasar.
"Nvidia sebelumnya memiliki, sebut saja, sekitar 90-an persen pangsa pasar di sana," ungkap Huang dalam wawancara di program Memos to the President akhir April lalu.
Penurunan drastis ini menjadi sebuah ironi mengingat dominasi Nvidia yang sangat kuat pada masa sebelumnya. Kini posisi perusahaan di pasar Negeri Tirai Bambu telah bergeser total dari pemimpin pasar menjadi hampir tidak memiliki jejak.
"Namun hari ini, di China, pangsa pasar kami kini telah turun menjadi nol," jelas Huang, CEO Nvidia.
Meskipun menghadapi kerugian bisnis yang signifikan, pimpinan Nvidia tersebut menyatakan dukungannya terhadap kebijakan keamanan nasional AS. Ia menyetujui pembatasan akses China terhadap arsitektur GPU AI generasi terbaru untuk memastikan supremasi perangkat keras Amerika Serikat tetap terjaga.
Dalam perlombaan teknologi global, Jensen Huang secara spesifik menunjuk lini produk Blackwell dan Rubin sebagai perangkat yang tidak boleh jatuh ke tangan China. Ia menegaskan perlunya AS memimpin kepemilikan perangkat keras AI yang paling mutakhir.
Di sisi lain, Huang tetap melobi pemerintah Washington agar tidak sepenuhnya menutup akses perusahaan AS terhadap pasar global. Permintaan tersebut bertujuan agar pelaku industri tetap kompetitif dan diizinkan menjual produk yang tidak melanggar batasan regulasi.
Situasi terkini menunjukkan dinamika yang berbanding terbalik dengan kondisi pada Maret lalu saat Nvidia mengklaim banyak pesanan dari pelanggan China melalui chip seri H200. Namun, penguatan sanksi dan agresivitas manufaktur lokal China kini telah mengubah peta persaingan secara menyeluruh.