Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memberikan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi secara anumerta kepada prajurit TNI Rico Pramudia yang gugur saat menjalankan tugas di Lebanon pada Jumat, 24 April 2026. Almarhum yang sebelumnya berpangkat Prajurit Kepala (Praka) kini resmi menyandang pangkat Kopral Dua (Kopda).
Kabar duka serta penghargaan militer tersebut disampaikan melalui pengumuman resmi Pusat Penerangan TNI pada Sabtu, 25 April 2026. Dilansir dari Nasional, almarhum merupakan personel Satgas Yonmek TNI Kontingen Garuda XXIII-S/UNIFIL yang bertugas menjaga perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa.
ÔÇ£Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto beserta seluruh jajaran menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya prajurit terbaik bangsa, Kopda Rico Pramudia, dalam tugas sebagai bagian dari Satgas Yonmek TNI Kontingen Garuda XXIII-S/UNIFIL di Lebanon,ÔÇØ tulis keterangan postingan tersebut.
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah memberikan konfirmasi mengenai pemberian hak administratif dan penghargaan bagi prajurit yang gugur dalam tugas negara tersebut.
ÔÇ£Iya, dinaikkan pangkatnya,ÔÇØ ujar Aulia.
Pihak Mabes TNI menyatakan bahwa kepergian Kopda Rico Pramudia merupakan kehilangan yang signifikan bagi institusi, namun dedikasinya diharapkan menjadi motivasi bagi prajurit lainnya.
ÔÇ£Gugurnya beliau adalah kehilangan besar, namun semangat juangnya akan terus hidup sebagai inspirasi dalam menjaga perdamaian dunia,ÔÇØ kata Agus.
Jenderal Agus Subiyanto menambahkan bahwa pengabdian dan keberanian yang ditunjukkan oleh almarhum selama di medan tugas patut dijadikan teladan oleh seluruh masyarakat Indonesia.
ÔÇ£Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Jasa dan pengorbananmu abadi untuk negeri,ÔÇØ tutup Agus.
Berdasarkan data catatan dinas, Rico Pramudia menjabat sebagai Tabakpan 1/C Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL. Dalam kesehariannya, ia bertugas sebagai Taban SO RU 1 Ton 2 Kipan A Yonif 114/SM Brigif 25/Siwah sebelum dikirim ke Lebanon.
Laporan medis menunjukkan Rico dinyatakan wafat pada Jumat pukul 10.32 waktu setempat atau 14.32 WIB. Sebelumnya, almarhum sempat mendapatkan perawatan medis secara intensif di Rumah Sakit St. George yang berlokasi di Beirut.
Peristiwa ini menambah daftar prajurit TNI yang gugur akibat eskalasi serangan di wilayah tersebut sejak akhir Maret 2026. Hingga saat ini, tercatat empat prajurit TNI telah kehilangan nyawa dalam misi perdamaian tersebut.
Tiga rekan almarhum yang telah lebih dulu gugur dan dipulangkan ke Indonesia pada awal April 2026 meliputi Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon.