Astronaut China Berhasil Panen Tomat Aeroponik di Stasiun Tiangong

Astronaut China Berhasil Panen Tomat Aeroponik di Stasiun Tiangong
Foto: Ilustrasi Astronaut China Berhasil Panen Tomat Aeroponik di Stasiun Tiangong.

Astronaut China yang bertugas di stasiun antariksa Tiangong berhasil memanen tomat ceri hasil eksperimen budidaya tanaman menggunakan teknik aeroponik di orbit Bumi. Keberhasilan ini dilansir dari Detik iNET sebagai bagian dari persiapan misi eksplorasi ruang angkasa jangka panjang tanpa ketergantungan pasokan dari Bumi.

Video dari China Central Television (CCTV) menunjukkan para kru melakukan proses pemetikan serta penyegelan sampel tomat tersebut secara terpisah. Langkah ini dilakukan guna memfasilitasi penelitian lanjutan terkait kualitas hasil pangan yang tumbuh di lingkungan mikrogravitasi.

Teknologi yang digunakan dalam proses ini melibatkan sistem kabut air yang dikembangkan oleh China Astronaut Research and Training Center. Inovasi tersebut bekerja dengan menguapkan air menjadi butiran halus demi meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya air yang sangat terbatas di stasiun luar angkasa.

Sebelumnya, pada Februari 2026, area budidaya hijau di tengah lingkungan orbit ini sempat diperkenalkan kepada publik melalui dokumentasi visual. Para kru di stasiun Tiangong memberikan julukan khusus bagi lokasi eksperimen tanaman tersebut.

"pojok penyembuhan" kata Zhang Hongzhang, Astronaut China.

Area yang disebut healing corner tersebut menjadi fasilitas bagi awak untuk melihat vegetasi hijau di tengah tugas rutin mereka. Setelah sukses dengan tomat, tim peneliti berencana memperluas cakupan budidaya pada komoditas lain seperti gandum, wortel, dan tanaman obat guna memverifikasi keandalan sistem pendukung kehidupan bioregeneratif.

Selain aktivitas bercocok tanam, kru misi Shenzhou-21 juga melaksanakan serangkaian eksperimen fisika mikrogravitasi dan pemeliharaan teknis stasiun. Tugas tersebut mencakup pembersihan sampel eksperimen, perawatan mekanisme aksial, hingga pemantauan perkembangan mikroorganisme untuk menjamin keamanan lingkungan orbit.

Kesehatan para astronaut turut menjadi prioritas melalui pengambilan sampel darah secara berkala dan simulasi medis darurat. Seluruh data medis dikirimkan kepada tim ahli di Bumi untuk memastikan kondisi fisik kru tetap optimal selama menjalankan misi di luar angkasa.

Misi Shenzhou-21 sendiri diluncurkan dari Jiuquan Satellite Center pada 31 Oktober 2025 dengan membawa tiga orang personel. Para kru tercatat telah menyelesaikan rangkaian misi extravehicular activity (EVA) pertama mereka pada 9 Desember 2025.

Artikel terkait

Rekomendasi