PAM Jaya menuntaskan pembersihan material lumpur yang meluber ke Jalan Batu Ampar, Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Jumat (1/5/2026) sore. Penanganan dilakukan setelah sisa tanah hasil proyek galian tersebut mengganggu arus lalu lintas sejak Kamis sore akibat guyuran hujan deras.
Manajer Corporate & Customer Communication PAM Jaya, Gatra, menjelaskan bahwa sisa pembersihan tuntas dilakukan pada hari ini. Dilansir dari Megapolitan, tumpahan lumpur sempat memicu keluhan warga dan viral di media sosial karena menutupi badan jalan.
"Iya, hari ini kita selesaikan yang belum terangkut," ujar Gatra, Manajer Corporate & Customer Communication PAM Jaya.
Upaya sterilisasi jalan sebenarnya telah dimulai sesaat setelah insiden luapan terjadi. Petugas di lapangan langsung melakukan penyemprotan air untuk menghilangkan sisa tanah yang menempel di aspal agar tidak membahayakan pengendara.
"Kemarin sudah, udah selesai, kita semprot pakai air jalan yang kena lumpur," tutur Gatra, Manajer Corporate & Customer Communication PAM Jaya.
Gatra mengungkapkan bahwa fenomena luberan ini dipicu oleh cuaca ekstrem di lokasi pekerjaan. Tanah hasil galian yang diletakkan di pinggir jalan tersapu air hujan sebelum petugas sempat memasukkannya ke dalam wadah karung.
"Jadi itu memang kemarin sisa pekerjaan, tanah-tanahnya itu masih ada di pinggir, belum sempat dimasukin ke karung, hujan tuh sehingga meluber," kata Gatra, Manajer Corporate & Customer Communication PAM Jaya.
Sebagai langkah antisipasi, manajemen PAM Jaya telah memberikan instruksi tegas kepada pihak ketiga yang mengerjakan proyek tersebut. Hal ini dilakukan guna memastikan standar prosedur operasional dijalankan dengan disiplin di lokasi proyek.
"Akhirnya kita juga minta sih sebenarnya. Dari sisi pekerja udah tahu gitu ya, idealnya dia harus segera masukin ke karung. Nah, next-nya sih kita udah ingetin ke kontraktor ya, untuk langsung stand by aja gitu," ungkap Gatra, Manajer Corporate & Customer Communication PAM Jaya.
Sebelumnya, sebuah video di akun Instagram @folk.jaktim memperlihatkan pengendara harus melambatkan laju kendaraan saat melintasi pertigaan Kandang Monyet. Unggahan tersebut menyebutkan adanya tumpahan tanah cokelat yang diduga berasal dari proyek pipa air minum.
"Hati-hati buat warga Condet yang melintas di pertigaan Kandang Monyet (Jalan Batu AmparJalan InpresJalan Raya Tengah) ada tumpahan tanah coklat (lumpur) diduga dari pekerjaan galian @pamjaya_dki  belum diketahui penyebabnya," tulis keterangan akun @folk.jaktim.
Hingga Jumat siang, sejumlah petugas masih terlihat mengumpulkan sisa endapan di tepi jalan untuk diangkut menggunakan truk. Sisa lumpur yang masih tertinggal sebelumnya dikeluhkan oleh pedagang setempat karena debu dan kotoran yang mengganggu aktivitas ekonomi warga.