Pakar AI Kritik Dominasi Sam Altman dan Elon Musk di Pengadilan

Pakar AI Kritik Dominasi Sam Altman dan Elon Musk di Pengadilan
Foto: Ilustrasi Pakar AI Kritik Dominasi Sam Altman dan Elon Musk di Pengadilan.

Pakar kecerdasan buatan dari University of California, Berkeley, Stuart Russell, memberikan kesaksian mengenai risiko pengembangan Artificial General Intelligence (AGI) yang dilakukan Sam Altman melalui OpenAI dan Elon Musk pada Selasa (5/5/2026). Kesaksian tersebut disampaikan di hadapan Hakim Yvonne Gonzalez Rogers dalam persidangan di pengadilan federal.

Dilansir dari Teknologi, Russell menilai perlombaan pengembangan AGI saat ini tidak terkendali dan berisiko menciptakan dominasi pasar yang tidak sehat. AGI sendiri merupakan teknologi kecerdasan buatan yang dirancang agar mampu memahami dan menyelesaikan berbagai tugas layaknya kemampuan kognitif manusia secara umum.

Dalam keterangan teknisnya kepada juri, Russell menyoroti adanya ketegangan antara ambisi pencapaian AGI dengan protokol keamanan. Ia mengidentifikasi ancaman keamanan siber dan masalah ketidakselarasan sebagai risiko utama dari sifat industri AI yang cenderung mengarah pada penguasaan pasar tunggal.

"Ada berbagai risiko yang terkait dengan pengembangan AI, mulai dari ancaman siber hingga dominasi pasar yang tidak sehat," ujar Russell, Pakar AI UC Berkeley.

Pihak OpenAI melalui tim hukumnya berupaya membuktikan bahwa Russell tidak memiliki data langsung mengenai struktur internal mereka. OpenAI berdalih bahwa perubahan model bisnis menjadi perusahaan profit diperlukan guna membiayai kebutuhan daya komputasi yang sangat besar untuk riset tersebut.

Persidangan juga menyoroti inkonsistensi langkah Elon Musk yang mendirikan xAI meskipun sebelumnya menandatangani petisi penundaan riset AI. Di hadapan pengadilan, Musk memberikan pernyataan mengenai strategi Tesla Inc terkait teknologi tersebut.

"Tesla tidak memiliki rencana untuk mengejar AGI," kata Musk, CEO Tesla.

Pernyataan tersebut mengejutkan para investor karena Tesla telah mengalokasikan modal sebesar US$25 miliar pada 2026 untuk proyek berbasis AI. Selain itu, Musk mengakui perusahaan xAI miliknya menggunakan teknik distilasi untuk melatih model AI menggunakan teknologi dari OpenAI.

"Hal ini menjadi ironi karena Musk sebelumnya sering mengkritik kompetitor lain, seperti Anthropic, karena dianggap mengambil data tanpa izin. Namun, di pengadilan, Musk menyebut bahwa praktik tersebut adalah hal yang lazim dilakukan di industri AI."

Kekhawatiran mengenai dampak pusat data terhadap kebijakan nasional juga mulai muncul di tingkat parlemen. Senator Bernie Sanders telah mengusulkan penghentian sementara pembangunan pusat data guna mengevaluasi dampak lingkungan dan keamanan dari perkembangan kecerdasan buatan.

Artikel terkait

Rekomendasi