Pahami Larangan dan Anjuran Hari Arafah Bagi Jemaah Haji Serta Umat Islam

Pahami Larangan dan Anjuran Hari Arafah Bagi Jemaah Haji Serta Umat Islam
Foto: Ilustrasi Pahami Larangan dan Anjuran Hari Arafah Bagi Jemaah Haji Serta Umat Islam.

Hari Arafah yang jatuh pada tanggal 9 Zulhijah menjadi momen krusial dalam rangkaian ibadah haji. Seluruh jemaah haji akan berkumpul di Padang Arafah untuk menunaikan wukuf sebagai puncak ibadah haji.

Dikutip dari Detikcom yang melansir Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah terbitan Kementerian Haji & Umrah (Kemenhaj) RI, terdapat panduan ketat mengenai larangan dan anjuran selama di Arafah. Panduan ini bertujuan menjaga kekhusyukan, kesucian ihram, ketertiban, serta kenyamanan bersama.

Jemaah haji wajib mengetahui sejumlah larangan demi menjaga kelancaran ibadah wukuf. Kemenhaj RI menetapkan aturan tegas terkait aktivitas fisik dan interaksi lingkungan di kawasan tersebut.

Berikut adalah daftar larangan selama Hari Arafah yang harus dipatuhi jemaah:

1. Merokok di seluruh wilayah Arafah, termasuk di dalam tenda karena mengganggu jemaah lain dan membahayakan lingkungan.

2. Membuang puntung rokok secara sembarangan untuk mengantisipasi risiko kebakaran.

3. Memaksakan diri untuk pergi ke Jabal Rahmah atau memaksakan wukuf di luar area kemah.

4. Melanggar larangan ihram, seperti memakai penutup kepala dan menutup mata kaki bagi laki-laki, atau menutup wajah dan telapak tangan bagi perempuan, serta menggunakan wangi-wangian.

5. Membunuh binatang, kecuali jenis binatang buas.

6. Memotong kayu, ranting pohon, dan mencabut tanaman atau rumput.

7. Melakukan hubungan suami istri beserta aktivitas pendahuluannya.

8. Mencaci, bertengkar, dan mengeluarkan kata-kata kotor.

9. Melakukan tindakan maksiat dan perbuatan jahat.

Anjuran dan Amalan Utama Bagi Jemaah Haji

Selain menghindari larangan, jemaah haji juga didorong untuk memperbanyak amalan dan menaati regulasi. Hal ini penting untuk menjaga stamina serta ketertiban di lokasi wukuf.

Berikut beberapa anjuran yang tertuang dalam panduan resmi:

1. Menjaga ketertiban saat turun dari armada bus dan ketika memasuki kemah.

2. Menata barang bawaan dengan rapi dan tidak berebut tempat di dalam tenda.

3. Memelihara ketenangan selama melangsungkan ibadah di Padang Arafah.

4. Menjaga kesehatan diri dengan mengonsumsi jatah makanan yang sudah disediakan.

5. Mengisi waktu dengan memperbanyak zikir, talbiyah, dan doa.

6. Budaya mengantre saat menggunakan fasilitas toilet atau kamar mandi.

7. Memastikan aurat selalu tertutup rapat di dalam kemah maupun saat keluar masuk kamar mandi.

8. Menyimak ceramah yang disampaikan oleh petugas kloter sebelum memasuki waktu wukuf.

9. Melafalkan talbiyah, zikir, istighfar, tahlil, dan doa menjelang waktu wukuf.

10. Mengikuti rangkaian kegiatan wukuf seperti mendengarkan khutbah serta salat berjamaah Zuhur dan Asar melalui metode jamak taqdim qashar.

11. Segera menghubungi petugas kloter jika menghadapi kendala ibadah maupun masalah kesehatan.

12. Memastikan kondisi stamina dan kesehatan tetap terjaga selama berada di Arafah.

Amalan Puasa Arafah Bagi Umat Islam di Tanah Air

Bagi umat Islam yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji, hari agung ini tetap bisa diisi dengan amalan utama. Dianjurkan bagi mereka untuk menunaikan ibadah puasa sunnah Arafah.

Berdasarkan Kitab Terlengkap Panduan Ibadah Muslim Sehari-Hari karya KH. Muhammad Habibillah, puasa Arafah ini dikerjakan pada tanggal 9 Zulhijah. Pelaksanaannya bertepatan dengan momen berkumpulnya jemaah haji yang sedang wukuf di Padang Arafah.

Puasa sunnah ini menyimpan keutamaan besar yang tidak ditemukan pada ritual ibadah lainnya. Muslim yang mengamalkannya akan mendapatkan pengampunan dosa untuk kurun waktu setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Keistimewaan tersebut ditegaskan oleh Rasulullah SAW dalam beberapa hadits riwayat Muslim.

"Dan beliau (Rasulullah) ditanya mengenai puasa pada hari Arafah, maka beliau menjawab, 'Dia menghapuskan (dosa) setahun yang lalu dan setahun yang akan datang."

Pada riwayat lain, Rasulullah SAW juga menyampaikan penegasan serupa mengenai harapan pengampunan dosa tersebut.

"Aku berharap kepada Allah agar puasa hari Arafah dapat menghapuskan (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya."

Artikel terkait

Rekomendasi