OJK Sebut Valuasi Saham Indonesia Lebih Murah dari Bursa Regional

OJK Sebut Valuasi Saham Indonesia Lebih Murah dari Bursa Regional
Foto: Ilustrasi OJK Sebut Valuasi Saham Indonesia Lebih Murah dari Bursa Regional.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa rata-rata valuasi saham di Indonesia saat ini berada pada posisi lebih murah dibandingkan dengan bursa saham di kawasan regional pada Rabu (13/5/2026). Kondisi ini terjadi menyusul pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dari posisi puncaknya di awal tahun.

Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, tekanan pada pasar modal domestik merupakan dampak dari dinamika global yang sedang berlangsung. Saat ini, rasio harga terhadap laba atau Price to Earning Ratio (PER) saham-saham di Indonesia tercatat berada pada level 16 kali.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, memberikan penjelasan mengenai posisi indeks saat ini di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan.

"IHSG kita sekarang sudah jauh di bawah posisi pada saat terjadi all time high di pertengahan Januari. Sekarang bahkan secara PER regional, tingkat rata-rata PER saham-saham kita sudah ada di bawah PER rata-rata bursa-bursa lainnya. Sekarang tingkatnya di level 16 kali," ungkap Hasan.

Penurunan nilai pasar ini dipandang sebagai momentum strategis bagi para pemodal untuk melakukan akumulasi aset. Hasan memberikan arahan agar investor tetap mengedepankan aspek fundamental dan ketelitian dalam melakukan pemilihan instrumen investasi.

"Kami berharap para investor kita secara selektif memanfaatkan momentum ini untuk masuk di pasar dan memilih saham-saham terbaik yang secara prospektif dapat terus melakukan perbaikan kinerja dari waktu-waktu," jelas Hasan.

Data pasar menunjukkan bahwa IHSG sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) pada pertengahan Januari 2026 di level 9.134,7. Namun, indeks mengalami koreksi signifikan hingga kini berada di posisi 6.734,53.

Meskipun terdapat tekanan jangka pendek imbas pengumuman MSCI, OJK bersama Self Regulatory Organization (SRO) terus menjalankan langkah-langkah reformasi pasar modal. Hasan menegaskan bahwa fluktuasi saat ini merupakan bagian dari proses pembentukan landasan baru bagi pasar saham nasional.

"Kami juga mendorong saham untuk masuk ke anggota indeks global pada saatnya penuhi kriteria yang diharapkan masuk ke index provider global. Jadi, long term gain yang kami kejar dalam upaya rebalancing index provider global," pungkas Hasan.

Artikel terkait

Rekomendasi