Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri melaporkan bahwa industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan BPR Syariah (BPRS) di wilayahnya tetap kokoh. Performa lembaga keuangan ini tercatat positif dan memiliki daya tahan yang baik di tengah dinamika pasar.
Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri, mengungkapkan bahwa hingga Maret 2026, berbagai indikator keuangan menunjukkan tren kenaikan yang signifikan. Pertumbuhan ini mencakup aspek aset, penyaluran kredit, hingga penghimpunan dana dari masyarakat.
Pertumbuhan Indikator Keuangan Utama
Total aset BPR dan BPRS di wilayah kerja OJK Kediri mengalami kenaikan sebesar 6,34 persen secara tahunan (yoy). Dengan pertumbuhan tersebut, nilai aset kini telah menyentuh angka Rp4,80 triliun.
Sektor pembiayaan juga mencatatkan hasil yang menggembirakan dengan kenaikan sebesar 3,42 persen (yoy) menjadi Rp3,41 triliun. Peningkatan ini mencerminkan tingginya kepercayaan dalam penyaluran modal kepada masyarakat.
Berikut adalah ringkasan performa keuangan BPR dan BPRS di wilayah Kediri:
| Indikator Keuangan | Pertumbuhan (yoy) | Total Nilai |
|---|---|---|
| Total Aset | 6,34% | Rp4,80 Triliun |
| Kredit & Pembiayaan | 3,42% | Rp3,41 Triliun |
| Dana Pihak Ketiga (DPK) | 7,64% | Rp3,19 Triliun |
Data di atas memperlihatkan sinergi yang kuat antara penghimpunan dana masyarakat dan penyaluran kredit di daerah tersebut. Rasio permodalan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) juga tercatat sangat sehat di angka 27,22 persen.
Angka rasio permodalan tersebut berada jauh di atas ambang batas minimum yang telah ditetapkan oleh regulator. Hal ini menunjukkan bahwa industri BPR dan BPRS di Kediri memiliki fondasi keuangan yang sangat stabil.
Peran Strategis dalam Ekonomi Daerah
Ismirani menyampaikan apresiasinya terhadap dedikasi BPR dan BPRS dalam memajukan perekonomian di tingkat lokal. Lembaga-lembaga ini dinilai sukses memperluas akses keuangan bagi masyarakat yang selama ini sulit dijangkau.
BPR dan BPRS memegang peran krusial dalam mendukung sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dukungan pembiayaan yang diberikan secara langsung membantu menggerakkan roda ekonomi di wilayah Kediri.
Upaya penguatan industri perbankan ini difokuskan pada beberapa poin utama:
- Implementasi Roadmap Pengembangan dan Penguatan BPR-BPRS periode 2024–2027.
- Peningkatan kualitas tata kelola perusahaan agar lebih profesional dan transparan.
- Penguatan basis permodalan guna menghadapi risiko pasar di masa depan.
- Penerapan manajemen risiko yang lebih ketat dan terukur secara berkala.
- Transformasi teknologi digital untuk mempermudah layanan bagi nasabah.
Langkah-langkah strategis ini diharapkan mampu membuat BPR dan BPRS lebih adaptif terhadap perubahan zaman. OJK berkomitmen agar industri ini terus kompetitif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Secara nasional, tren positif ini juga sejalan dengan perkembangan BPR dan BPRS di berbagai wilayah Indonesia. Lembaga-lembaga tersebut terus bertransformasi menjadi bank yang berintegritas serta kontributif bagi UMKM lokal.