OJK Dorong LKM Manfaatkan SLIK Guna Perkuat Analisis Kredit

OJK Dorong LKM Manfaatkan SLIK Guna Perkuat Analisis Kredit
Foto: Ilustrasi OJK Dorong LKM Manfaatkan SLIK Guna Perkuat Analisis Kredit.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong penguatan kualitas penyaluran pembiayaan oleh Lembaga Keuangan Mikro (LKM) melalui peningkatan ketersediaan dan kualitas data analisis kredit, Senin (27/4/2026).

Langkah tersebut diambil karena keterbatasan data masih menjadi kendala utama dalam penyaluran pembiayaan di segmen mikro. Pembenahan kapasitas LKM dalam pengembangan penilaian kredit (credit scoring) dinilai mendesak untuk dilakukan.

Dilansir dari Investortrust, data Februari 2026 menunjukkan nilai aset industri LKM mencapai Rp 1,57 triliun. Pada periode yang sama, realisasi penyaluran pembiayaan industri LKM tercatat sebesar Rp 1,01 triliun.

ÔÇ£Ketersediaan dan kualitas data untuk mendukung analisis kredit pada segmen mikro menjadi salah satu tantangan dalam penyaluran pembiayaan LKM,ÔÇØ ujarnya Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembangan Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK.

Pemanfaatan akses terhadap Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) menjadi instrumen utama yang ditawarkan OJK kepada LKM. Alat bantu ini diharapkan mampu menaikkan tingkat akurasi penilaian profil risiko debitur secara signifikan.

ÔÇ£Meningkat, sebagian LKM masih memiliki keterbatasan kapasitas dalam pengembangan credit scoring,ÔÇØ sambung Agusman.

Peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) juga dijalankan bersamaan dengan penguatan sistem data tersebut. LKM diwajibkan memperdalam pemahaman prinsip know your customer (KYC) serta menerapkan analisis kredit sederhana berbasis prinsip 5C, yaitu character, capacity, capital, condition, dan collateral.

ÔÇ£Selain itu, OJK juga tengah menyusun modul pembelajaran mandiri bagi LKM sebagai bagian dari implementasi roadmap LKM guna mendukung peningkatan kualitas penyaluran pembiayaan,ÔÇØ kata Agusman.

Artikel terkait

Rekomendasi