Kasus Obesitas di Vietnam Meningkat Pesat Akibat Gaya Hidup Buruk

Kasus Obesitas di Vietnam Meningkat Pesat Akibat Gaya Hidup Buruk
Foto: Ilustrasi Kasus Obesitas di Vietnam Meningkat Pesat Akibat Gaya Hidup Buruk.

Kasus obesitas di Vietnam dilaporkan mengalami lonjakan drastis akibat pola hidup tidak sehat dan minimnya aktivitas fisik masyarakat di tengah kesadaran kesehatan yang rendah pada Kamis, 16 April 2026. Laju peningkatan kondisi kelebihan berat badan ini tercatat mencapai 38 persen berdasarkan data World Obesity Atlas 2025.

Hasil survei tahun 2025 yang dilakukan oleh Novo Nordisk dan Decision Lab terhadap 1.000 orang dewasa di kota-kota besar menunjukkan bahwa mayoritas warga sebenarnya sudah memahami risiko medis yang mengintai. Dilansir dari Detik Health, sebanyak 83 persen responden mengerti potensi komplikasi kardiovaskular, sementara 72 persen lainnya mengetahui risiko kanker serta infertilitas akibat berat badan berlebih.

Meskipun tingkat pengetahuan tersebut tergolong tinggi, perilaku berisiko tetap mendominasi keseharian warga di Hanoi hingga Ho Chi Minh City. Data menunjukkan hampir dua pertiga responden menghabiskan waktu duduk lebih dari enam jam setiap hari, ditambah dengan konsumsi gula bebas yang mencapai 46,5 gram dan garam 8,1 gram per hari, jauh melampaui standar WHO.

Pola pikir orang tua di Vietnam turut memperparah keadaan dengan adanya persepsi yang keliru mengenai kesehatan anak. Sebanyak 55 persen responden mengaku lebih khawatir anak mereka kekurangan makan, sementara 42 persen menganggap tubuh gemuk pada anak adalah indikator kesehatan yang baik.

Kondisi fisik masyarakat juga mendapat sorotan tajam karena tingkat olahraga yang sangat rendah, di mana 30 persen orang dewasa dilaporkan tidak aktif secara fisik. Hal ini menempatkan Vietnam sebagai salah satu dari 10 negara dengan tingkat aktivitas fisik terendah di dunia menurut catatan United Nations Population Fund.

Tren peningkatan obesitas pada kelompok pelajar bahkan meningkat dua kali lipat dalam satu dekade terakhir, mencapai angka 19 persen secara nasional. Direktur Institut Gizi Nasional, Tran Thanh Duong, memberikan peringatan keras mengenai fenomena kesehatan ini.

"bom waktu" kata Tran Thanh Duong, Direktur Institut Gizi Nasional.

Penegasan tersebut merujuk pada potensi lonjakan beban penyakit tidak menular yang dapat mengancam produktivitas nasional di masa depan. Saat ini, Vietnam menempati peringkat ke-108 dari 183 negara dalam hal kesiapan sistem kesehatan untuk menangani krisis obesitas tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi