Raksasa semikonduktor Nvidia menggandeng produsen panel listrik pintar Span untuk mengembangkan pusat data model XFRA yang menempatkan unit komputasi di dalam rumah tinggal pelanggan pada Senin (11/5/2026). Kolaborasi ini bertujuan memanfaatkan kapasitas daya listrik rumah yang belum terpakai untuk menjalankan beban kerja kecerdasan buatan secara kolektif melalui koneksi internet.
Proyek ini mengandalkan unit bernama XFRA Nodes yang dipasang di properti konsumen sebagai infrastruktur komputasi terdistribusi. Dilansir dari Teknologi, setiap unit node tersebut didukung oleh perangkat keras berperforma tinggi untuk menangani pemrosesan data skala besar di lingkungan domestik.
"XFRA Nodes" ujar Arch Rao, CEO Span.
Ia menjelaskan lebih lanjut mengenai spesifikasi teknis dari unit yang ditanamkan pada rumah pelanggan tersebut. Perangkat ini dirancang untuk memiliki kekuatan setara pusat data profesional namun dalam bentuk yang lebih ringkas.
"Setiap node dilengkapi dengan server Dell PowerEdge yang ditenagai 16 GPU Nvidia RTX Pro 6000 Blackwell. Perangkat tersebut juga didukung oleh 4 CPU AMD EPYC, RAM 3 TB, dan sakelar gigabit 24-port." ungkap Arch Rao, CEO Span.
Sistem ini terintegrasi langsung dengan panel layanan pintar milik Span yang bertugas memantau penggunaan energi secara real-time. Melalui mekanisme ini, node komputasi beroperasi sebagai beban listrik yang stabil tanpa mengganggu aktivitas rutin penghuni rumah.
Berdasarkan data teknis proyek, rata-rata rumah tinggal hanya menggunakan sekitar 40% dari total kapasitas daya puncak mereka. Hal ini menciptakan ruang sisa atau headroom yang signifikan, di mana rumah dengan layanan 200-amp biasanya memiliki sisa daya sekitar 19,2 kW.
Untuk menjamin keberlangsungan operasional, sistem XFRA menyertakan baterai cadangan sebagai penyangga saat terjadi lonjakan permintaan listrik atau gangguan jaringan. Langkah ini memastikan beban kerja pusat data tetap stabil meskipun terjadi fluktuasi pada pasokan listrik utama.
Span saat ini tengah mempersiapkan tahap pembuktian konsep yang dijadwalkan pada kuartal III/2026. Sebanyak 100 node pertama akan dikerahkan pada bangunan rumah konstruksi baru di wilayah Amerika Serikat untuk menguji efektivitas sistem dalam skala terbatas.
"program uji coba tersebut akan berlangsung di wilayah barat daya Amerika Serikat, kemungkinan besar di Nevada atau Arizona. Mulai tahun 2027, perusahaan menargetkan skala kapasitas tahunan melampaui 1 gigawatt (GW)." jelas Ryan Harris, CRO Span.
Implementasi jaringan pusat data berbasis perumahan ini dipandang sebagai solusi atas kendala kecepatan pembangunan infrastruktur fisik. Data Center for Strategic and International Studies (CSIS) mencatat bahwa proses perizinan dan interkoneksi utilitas untuk pusat data konvensional bisa memakan waktu hingga 7 tahun.
Bagi pemilik rumah, partisipasi dalam program ini menawarkan keuntungan materiil berupa instalasi panel pintar dan baterai gratis. Selain itu, kompensasi dalam bentuk diskon tarif listrik hingga penyediaan akses internet cuma-cuma menjadi imbalan atas ruang dan daya yang digunakan.
"peningkatan utilisasi jaringan distribusi melalui beban komputasi ini pada akhirnya dapat menekan harga listrik per kWh bagi seluruh pelanggan." tambah Ryan Harris, CRO Span.