Nvidia kembali mengukuhkan posisinya sebagai perusahaan dengan nilai valuasi terbesar di dunia setelah mencetak rekor penutupan tertinggi. Dilansir dari Money, kapitalisasi pasar raksasa teknologi ini berhasil menembus angka 5 triliun dollar AS pada perdagangan Jumat (25/4/2026).
Kenaikan signifikan ini didorong oleh reli kuat di sektor chip yang menjadi motor utama pergerakan saham. Sentimen positif pasar juga dipengaruhi oleh laporan keuangan Intel serta kesepakatan energi nuklir dengan Oklo yang ikut mengangkat performa saham teknologi.
Selama sesi perdagangan Jumat, saham Nvidia sempat mengalami lonjakan hingga 4,2 persen. Kenaikan tersebut menambah nilai pasar perusahaan lebih dari 200 miliar dollar AS dalam satu hari, dengan puncaknya mencapai sekitar 5,12 triliun dollar AS.
Pencapaian ini membuat Nvidia kini memiliki nilai valuasi sekitar 1 triliun dollar AS lebih besar dibandingkan Alphabet, yang menempati posisi perusahaan teknologi terbesar kedua. Dominasi Nvidia di sektor kecerdasan buatan (AI) terus memperlebar jarak dengan kompetitornya.
Harga saham Nvidia ditutup pada level tertinggi sepanjang masa di angka 208 dollar AS per saham. Nilai ini mendekati rekor intraday tertinggi sebelumnya sebesar 212,19 dollar AS yang pernah dicapai pada 29 Oktober 2025.
Meskipun mencatat performa gemilang saat ini, pergerakan saham Nvidia di awal tahun 2026 sempat mengalami tantangan. Pada tiga bulan pertama tahun ini, nilai saham perusahaan pemimpin sektor AI tersebut sempat terkoreksi sebesar 6,4 persen.
Kebangkitan Sektor Semikonduktor di April 2026
Tren negatif tersebut berbalik arah secara drastis memasuki April 2026. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, saham Nvidia melonjak sekitar 20 persen seiring dengan tren kenaikan yang meluas di seluruh industri semikonduktor.
Indeks Philadelphia Semiconductor Index atau SOX bahkan mencatatkan sejarah dengan kenaikan beruntun selama 18 hari. Rekor historis ini memberikan dampak positif bagi berbagai perusahaan chip global lainnya di bursa saham.
Beberapa perusahaan yang ikut merasakan dampak reli ini antara lain Broadcom, Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), Micron Technology, dan Advanced Micro Devices (AMD). Selain itu, Texas Instruments juga mencatatkan pertumbuhan nilai pasar yang signifikan.
Intel turut mencuri perhatian pasar karena berhasil melampaui rekor tertinggi yang pernah tercapai pada era gelembung teknologi. Kenaikan harga saham Intel ini terjadi menyusul rilis laporan keuangan terbarunya yang melampaui ekspektasi investor.