Nvidia Catat Pendapatan Kuartal Pertama US$81,62 Miliar Lampaui Estimasi Pasar

Nvidia Catat Pendapatan Kuartal Pertama US$81,62 Miliar Lampaui Estimasi Pasar
Foto: Ilustrasi Nvidia Catat Pendapatan Kuartal Pertama US$81,62 Miliar Lampaui Estimasi Pasar.

Raksasa teknologi Nvidia membukukan kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi pasar pada kuartal pertama fiskal tahun ini. Kinerja tersebut dipandang sebagai indikator utama bagi kesehatan industri kecerdasan buatan atau AI global.

Dikutip dari Internasional, Nvidia berhasil meraup pendapatan kuartal pertama sebesar US$81,62 miliar. Angka tersebut lebih tinggi dibanding estimasi para analis yang sebelumnya memproyeksikan nilai sebesar US$78,86 miliar.

Lonjakan performa ini ditopang kuat oleh sektor pusat data yang menyumbang pendapatan sebesar US$75,2 miliar. Nilai dari segmen utama tersebut berhasil melewati perkiraan pasar yang berada di angka US$72,8 miliar.

Secara adjusted, laba bersih perusahaan yang berbasis di Santa Clara, California ini mencapai US$1,87 per saham. Catatan laba tersebut berada di atas ekspektasi pasar yang mematok angka US$1,76 per saham.

Merespons hasil positif ini, manajemen mengumumkan kenaikan dividen tunai kuartalan menjadi 25 sen per saham. Kebijakan dividen baru tersebut melonjak signifikan dari nilai sebelumnya yang hanya sebesar 1 sen per saham.

Meskipun mencatatkan performa keuangan yang impresif, saham Nvidia sempat mengalami penurunan tipis sebesar 0,2 persen dalam perdagangan after-hours setelah laporan resmi tersebut dirilis ke publik.

Analis eMarketer Jacob Bourne menilai bahwa Nvidia kembali mencatatkan kinerja yang berada di atas ekspektasi. Namun, pasar kini mulai mempertanyakan keberlanjutan ekspansi teknologi kecerdasan buatan hingga tahun 2027 dan 2028.

Fokus industri saat ini dinilai mulai bergeser menuju pasar inference, yaitu sebuah proses ketika sistem AI merespons permintaan langsung dari pengguna. Sektor inference ini dianggap memiliki potensi pasar yang jauh lebih besar dibanding pelatihan model AI.

Nvidia kini menghadapi persaingan yang semakin ketat pada segmen inference dari para raksasa teknologi lain. Google, Amazon, AMD, dan Intel diketahui tengah agresif mengembangkan chip AI internal mereka sendiri.

Langkah ekspansi produk terus dilakukan Nvidia guna mempertahankan posisi dominannya. Pada Maret lalu, perusahaan meluncurkan unit pemrosesan sentral atau CPU serta sistem AI baru yang berbasis pada teknologi canggih.

Direktur Keuangan Nvidia, Colette Kress, mengungkapkan bahwa pasar CPU Nvidia diperkirakan bernilai sekitar US$200 miliar. Perusahaan juga memproyeksikan potensi pendapatan dari lini CPU mencapai hampir US$20 miliar pada tahun fiskal ini.

Penguatan Rantai Pasok Global

Di tengah krisis chip memori global yang masih berlangsung, Nvidia meningkatkan pengeluaran anggaran untuk mengamankan rantai pasokan mereka. Persediaan perusahaan tercatat naik menjadi US$119 miliar pada kuartal pertama fiskal dari posisi sebelumnya sebesar US$95,2 miliar.

Peluang pertumbuhan bisnis AI ke depan masih terbuka lebar seiring masifnya investasi infrastruktur. Perusahaan teknologi besar asal Amerika Serikat diperkirakan bakal menggelontorkan dana lebih dari US$700 miliar untuk infrastruktur AI sepanjang tahun ini, naik tajam dari kisaran US$400 miliar pada tahun 2025.

Nvidia juga memaparkan nilai kontrak cloud computing yang mereka miliki kini telah menyentuh angka US$30 miliar. Nilai kesepakatan komputasi awan tersebut meningkat dari posisi kuartal sebelumnya yang tercatat sebesar US$27 miliar, di mana seluruh dana dialokasikan untuk mendukung aktivitas riset serta pengembangan internal perusahaan.

Artikel terkait

Rekomendasi