Normalisasi Pasar Minyak Dunia Diprediksi Baru Terjadi pada 2027

Normalisasi Pasar Minyak Dunia Diprediksi Baru Terjadi pada 2027
Foto: Ilustrasi Normalisasi Pasar Minyak Dunia Diprediksi Baru Terjadi pada 2027.

Pemulihan pasar minyak global diperkirakan baru akan tercapai pada 2027 apabila penutupan jalur pelayaran di Selat Hormuz terus berlanjut melampaui pertengahan Juni 2026. Prediksi tersebut muncul di tengah kebuntuan negosiasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang melumpuhkan distribusi energi dunia.

Chief Executive Officer Saudi Aramco, Amin Nasser, menyampaikan peringatan tersebut dalam paparan kinerja kuartal I/2026 perusahaan pada Senin (11/5/2026). Dilansir dari Ekonomi, ketegangan geopolitik telah menyebabkan pasokan minyak mentah dunia kehilangan volume yang sangat signifikan secara kumulatif.

"Jika Selat Hormuz dibuka hari ini, pasar tetap membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk kembali seimbang. Jika pembukaannya tertunda beberapa pekan lagi, maka normalisasi pasar akan berlangsung hingga 2027," kata Nasser.

Hambatan logistik menjadi persoalan utama karena ratusan kapal tanker kini terjebak di kawasan Teluk dan wilayah sekitarnya. Nasser menjelaskan bahwa pemulihan rantai pasok akan memakan waktu lama akibat dislokasi armada tanker yang tidak sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini.

"Bahkan dalam skenario paling optimistis, rantai pasok energi dan komoditas tetap membutuhkan beberapa bulan untuk kembali ke lalu lintas sebelum konflik karena kapal harus mengubah rute atau menghindari kondisi menganggur," katanya.

Data operasional menunjukkan penurunan drastis lalu lintas kapal dari 70 unit per hari menjadi hanya dua hingga lima kapal. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan bakar jenis bensin dan avtur saat memasuki puncak konsumsi musim panas mendatang.

"Kondisi ini bisa mencapai level kritis menjelang musim perjalanan dan peningkatan konsumsi bahan bakar pada musim panas," ujarnya.

Nasser menekankan bahwa situasi saat ini merupakan guncangan pasokan energi paling besar dalam sejarah. Kapasitas pipa Petroline milik Aramco telah ditingkatkan hingga 7 juta barel per hari guna memitigasi dampak penutupan jalur laut utama tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi