Seorang pria lansia bernama Nigel Vaughan (70) terus mendedikasikan hidupnya untuk menyelamatkan bayi yang baru lahir melalui donor darah langka B negatif atau darah NEO di Blackpool, Inggris, hingga April 2026 ini.
Vaughan tercatat telah melakukan donor darah sebanyak 250 kali sejak usia 18 tahun dan diperkirakan telah membantu sekitar 500 orang, terutama pasien bayi di unit perawatan intensif neonatal (NICU). Sebagaimana dilansir dari Detik Health, jenis darah NEO ini tergolong sangat langka karena hanya dimiliki oleh sekitar 2 persen populasi pendonor di dunia.
Keunggulan utama dari darah milik Vaughan adalah tidak adanya kandungan cytomegalovirus (CMV), sebuah virus yang umum ditemukan pada orang dewasa namun dapat berakibat fatal bagi bayi dengan sistem imun lemah. Fakta mengenai golongan darah langkanya tersebut pertama kali terungkap secara tidak sengaja saat ia memberikan sampel darah untuk penyelidikan kasus hukum pada tahun 1970-an.
Dedikasi pria yang juga merupakan petugas tanggap darurat di St John Ambulance ini berakar dari pengalaman pribadi di masa kecil. Vaughan mengenang bahwa ibunya mulai aktif mendonorkan darah saat ia sendiri harus menjalani operasi stenosus pilorik atau penyempitan jalur lambung ketika masih bayi.
"Mengetahui bahwa darah saya dapat diberikan kepada bayi-bayi adalah sesuatu yang sangat istimewa," kata Nigel Vaughan, seperti dikutip dari laporan People. Ia menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pendonor aktif selama kondisi fisiknya masih memungkinkan dan diizinkan oleh pihak medis.
Keluarga Vaughan kini turut mengikuti jejaknya dalam aksi kemanusiaan tersebut. Putri dan menantu perempuannya telah resmi menjadi pendonor aktif guna meneruskan tradisi donor darah yang sebelumnya telah dimulai oleh mendiang ibu Vaughan.