Netanyahu Bahas Rencana Kelanjutan Perang Melawan Iran dalam Rapat Kabinet

Netanyahu Bahas Rencana Kelanjutan Perang Melawan Iran dalam Rapat Kabinet
Foto: Ilustrasi Netanyahu Bahas Rencana Kelanjutan Perang Melawan Iran dalam Rapat Kabinet.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali mendiskusikan potensi kelanjutan perang terhadap Iran dalam rapat kabinet keamanan pada Senin (18/5) malam waktu setempat. Langkah ini diambil di tengah eskalasi situasi yang terus memanas antara kedua negara di kawasan Timur Tengah.

Pertemuan intensif tersebut dilangsungkan demi mematangkan strategi menghadapi potensi pecahnya kembali konflik militer. Pertemuan ini dilansir dari Media Indonesia yang mengutip laporan surat kabar Israel Hayom.

Pembahasan intensif dilakukan melalui penyelenggaraan dua rapat kabinet mini keamanan dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Rapat pada Senin malam tersebut digelar hanya berselang satu hari setelah pertemuan serupa dilaksanakan pada Minggu malam.

Koordinasi strategis mengenai langkah penanganan Iran juga telah dibangun dengan pihak Amerika Serikat. Menurut laporan harian Yedioth Ahronoth, rapat kabinet pada hari Minggu berjalan setelah Netanyahu berkomunikasi via telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Peluang terjadinya serangan baru terhadap wilayah Iran kini dilaporkan semakin terbuka lebar oleh sumber yang mengetahui pergerakan Amerika Serikat. Operasi militer mendatang diperkirakan menyasar lokasi-lokasi strategis yang sebelumnya dihindari oleh pihak Amerika Serikat.

"Serangan baru Amerika terhadap Iran bukan persoalan apakah akan terjadi, tetapi kapan," kata sumber tersebut seperti dikutip Israel Hayom.

Hingga saat ini, konfirmasi resmi terkait rencana operasi militer baru belum dikeluarkan oleh pemerintah Israel maupun Amerika Serikat. Di sisi lain, sejumlah sumber keamanan menyatakan bahwa persiapan militer dan langkah antisipasi telah berjalan untuk menghadapi potensi konflik lanjutan.

Ketegangan kedua negara meruncing setelah Amerika Serikat dan Israel dituduh melancarkan serangan ke fasilitas strategis Teheran. Merespons situasi tersebut, militer Iran memperingatkan akan membuka front baru jika kembali diserang serta menegaskan tetap menguasai Selat Hormuz.

Artikel terkait

Rekomendasi