Pemerintah Negosiasikan Izin Lewat Dua Kapal Pertamina di Selat Hormuz

Pemerintah Negosiasikan Izin Lewat Dua Kapal Pertamina di Selat Hormuz
Foto: Ilustrasi Pemerintah Negosiasikan Izin Lewat Dua Kapal Pertamina di Selat Hormuz.

Pemerintah Indonesia tengah mengupayakan negosiasi intensif dengan pemerintah Iran untuk mendapatkan izin melintas bagi dua kapal milik PT Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz pada Rabu (22/4/2026). Upaya diplomatik ini dilakukan menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah yang menghambat jalur pelayaran internasional tersebut.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menjelaskan bahwa langkah penyelesaian melibatkan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran serta tim teknis dari perusahaan terkait. Sebagaimana dilansir dari Kompas, koordinasi dilakukan untuk memastikan kelancaran operasional kapal di wilayah yang sangat strategis tersebut.

"Kementerian Luar Negeri, dalam hal ini kedutaan besar kita di Teheran juga terus melakukan pembicaraan. Kemudian, bersama juga dengan tim dari Pertamina terkait dengan izin lewat dari kapal-kapal kita yang ada di Selat Hormuz," katanya Sugiono.

Sugiono mengungkapkan bahwa kendala di lapangan menjadi semakin sulit diatasi lantaran adanya dinamika internal di dalam pemerintahan Iran. Ketidaksinkronan antara kebijakan pusat dan pelaksanaan di lapangan menjadi salah satu faktor penghambat proses perizinan kapal.

"Kadang-kadang apa yang menjadi policy (kebijakan) dari atas itu tidak serta merta bisa diimplementasikan di lapangannya," ucapnya Sugiono.

Kondisi di Selat Hormuz juga diperburuk oleh aksi blokade yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS), yang secara langsung menambah kerumitan bagi lalu lintas kapal tanker. Sugiono menyebutkan bahwa persyaratan bagi kapal untuk dapat melewati jalur tersebut juga mengalami perubahan sesuai perkembangan situasi keamanan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa kementeriannya terus berkolaborasi dengan pihak luar negeri untuk memantau perkembangan ini sejak Senin (20/4/2026). Komunikasi dilakukan secara rutin guna memastikan pasokan energi nasional tidak terganggu.

"Kita terus melakukan komunikasi intens dengan pihak dari Iran. Kolaborasi ESDM dengan Menlu (Menteri Luar Negeri), Kemenlu (Kementerian Luar Negeri), itu juga kita lakukan terus," katanya Bahlil Lahadalia.

Berdasarkan data dari PT Pertamina International Shipping (PIS), dua kapal tanker berukuran besar yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro masih belum diperbolehkan melintas. Hingga Minggu (19/4/2026), kedua armada tersebut dilaporkan masih berada di kawasan Teluk Arab.

Pjs Corporate Secretary PT Pertamina International Shipping Vega Pita mengonfirmasi status terkini armada mereka yang terpaksa menunggu kepastian izin keamanan pelayaran. Perusahaan menempatkan perlindungan terhadap personel dan aset sebagai prioritas tertinggi dalam situasi darurat ini.

"Kedua kapal PIS yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz," ujarnya Vega Pita.

Manajemen PIS terus menjalin kontak dengan otoritas berwenang untuk merancang rute alternatif atau jadwal pelayaran yang lebih aman. Koordinasi dilakukan secara berlapis melibatkan berbagai pemangku kepentingan di tingkat kementerian.

Artikel terkait

Rekomendasi