Pemerintah Amerika Serikat mengirim tim negosiator ke Islamabad pada Senin (20/4/2026) guna melanjutkan pembicaraan damai dengan Iran di tengah eskalasi ketegangan baru. Langkah diplomatik ini diambil setelah Angkatan Laut AS menyerang sebuah kapal kargo berbendera Iran di dekat Selat Hormuz pada Minggu (19/4/2026).
Insiden tersebut memicu keraguan besar terhadap keberlanjutan proses perdamaian yang dimediasi oleh Pakistan. Dilansir dari Kompas, serangan terjadi saat Marinir AS menaiki kapal kargo Iran yang dituduh berupaya menghindari blokade angkatan laut di jalur vital distribusi minyak dunia tersebut.
Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa Wakil Presiden JD Vance sedang dalam perjalanan menuju Pakistan untuk memimpin upaya negosiasi. Tim utusan tersebut juga melibatkan utusan khusus Steve Witkoff serta menantu Trump, Jared Kushner, guna membahas penyelesaian perang dengan Iran.
"Mereka sedang menuju ke sana sekarang," kata Trump.
Kepala negara AS tersebut memberikan keterangan lebih lanjut mengenai estimasi kedatangan para pejabat tinggi negara yang akan melakukan misi diplomatik krusial di Islamabad.
"Mereka akan tiba malam ini," tambah Trump.
Upaya diplomasi ini menjadi sangat mendesak mengingat gencatan senjata yang ada saat ini bersifat rapuh dan dijadwalkan berakhir pada Rabu (22/4/2026). Jika gagal, dikhawatirkan krisis energi global akan semakin dalam menyusul penutupan Selat Hormuz oleh Teheran sebelumnya.
Konflik berkepanjangan ini tercatat telah menelan banyak korban jiwa sejak serangan awal pada 28 Februari lalu. Data menunjukkan sedikitnya 3.375 orang tewas di Iran, 2.300 di Lebanon, serta puluhan warga sipil dan militer di Israel, negara-negara Teluk Arab, dan personel militer AS.
Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, telah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, untuk mendorong penggunaan jalur diplomasi. Namun, pihak Teheran melalui Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Esmail Baghaei, memberikan sinyal penolakan terhadap pertemuan tersebut.
Komando militer gabungan Iran mengecam tindakan AS di Selat Hormuz dan mengategorikannya sebagai tindakan kriminal terhadap aset mereka di perairan internasional. Teheran menegaskan akan segera memberikan respons atas penyitaan kapal kargo tersebut.