Bagi wisatawan yang mendambakan ketenangan, pemandangan alam alami, serta interaksi autentik jauh dari fenomena overtourism, terdapat 10 negara di Eropa yang masih relatif sepi kunjungan namun tetap memukau.
- Liechtenstein ÔÇö Negara mungil yang terjepit di antara Swiss dan Austria ini merupakan surga pegunungan dengan hanya sekitar 228.000 turis menginap per tahun.
- Makedonia Utara ÔÇö Menawarkan Danau Ohrid yang jernih dan bersejarah dengan angka kunjungan sekitar 2,1 juta turis, memberikan pengalaman eksplorasi situs UNESCO yang personal.
- Luksemburg ÔÇö Memiliki lembah hijau dan benteng megah dengan 3,6 juta turis, negara kaya ini menawarkan suasana tenang di tengah pusat finansial.
- Latvia ÔÇö Perpaduan kota tua bergaya art nouveau di Riga dan pantai berpasir putih di Jurmala dengan total 5,0 juta turis yang menginap.
- Montenegro ÔÇö Dengan 15,3 juta turis, wilayah pegunungan seperti Taman Nasional Durmitor tetap menjadi pelarian sunyi bagi para pendaki di tengah ramainya pesisir pantai.
- Estonia ÔÇö Memiliki kota tua abad pertengahan di Tallinn yang sangat terawat dan dikunjungi oleh sekitar 6,7 juta turis per tahun.
- Albania ÔÇö Meskipun pesisirnya mulai populer, wilayah pegunungan utara seperti Theth dan Valbona tetap liar dengan total kunjungan 4,3 juta turis.
- Lithuania ÔÇö Dikenal dengan semenanjung pasir Curonian Spit dan atmosfer artistik di Vilnius dengan total 7,2 juta turis yang menginap.
- Malta ÔÇö Negara kepulauan di Mediterania dengan 10,2 juta turis yang menawarkan sejarah Baroque di Valletta dan ketenangan di kota tua Mdina.
- Serbia ÔÇö Menawarkan perpaduan kehidupan dinamis di Beograd dan biara kuno di pedesaan dengan total 12,4 juta turis, jauh lebih autentik dibanding negara tetangganya.