NEC Indonesia melakukan aksi nyata dalam pelestarian lingkungan dengan menanam 6.250 pohon di Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Langkah ini dilakukan di atas lahan seluas 10,5 hektare sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berkelanjutan.
Dikutip dari Investortrust, penanaman ini melibatkan berbagai jenis pohon kayu dan buah, termasuk Jati, Mahoni, Sengon, alpukat, durian, hingga mangga. Pemilihan jenis pohon ini dirancang untuk memberikan dampak positif bagi ekosistem sekaligus memberikan keuntungan ekonomi bagi warga sekitar.
Berdasarkan perhitungan teknis, ribuan pohon tersebut diproyeksikan mampu menyerap emisi karbon hingga 710 ton COÔéé ekuivalen selama masa hidupnya. Inisiatif ini menjadi bukti kontribusi nyata dari sektor industri teknologi dalam upaya memitigasi dampak perubahan iklim global.
Selain manfaat ekologis, keberadaan hutan tanaman rakyat ini berpotensi meningkatkan pendapatan petani setempat. Riset menunjukkan bahwa pengelolaan lahan dengan skema ini dapat menambah penghasilan warga hingga 30 persen dibandingkan penggunaan lahan biasa melalui panen buah dan penjualan kayu.
Komitmen Keberlanjutan NEC 2030Vision
Presiden Direktur NEC Indonesia, Joji Yamamoto, menjelaskan bahwa aspek keberlanjutan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari inovasi teknologi perusahaan. Hal ini disampaikan dalam keterangan resmi pada Rabu, 9 April 2025.
"NEC Indonesia memandang keberlanjutan bukan hanya sebagai bagian dari inovasi teknologi, tetapi juga sebagai bentuk komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang."
Program penghijauan ini selaras dengan NEC 2030Vision yang menempatkan isu lingkungan sebagai prioritas utama di tengah pesatnya pertumbuhan digital. Seiring dengan ekspansi telekomunikasi, tanggung jawab terhadap kelestarian alam menjadi semakin krusial bagi perusahaan teknologi.
Data dari Greenpeace menyoroti bahwa sektor digital berisiko menyumbang hingga 14 persen emisi global pada tahun 2040 jika tidak dikelola dengan tepat. Oleh karena itu, langkah hijau yang diambil NEC Indonesia menjadi sangat relevan dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan industri dan perlindungan bumi.
Industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Indonesia sendiri diprediksi akan tumbuh mencapai nilai Rp 800 triliun pada tahun 2030. Inisiatif di Bogor ini diharapkan menjadi standar bagi pelaku industri lainnya bahwa pertumbuhan nilai ekonomi digital dapat berjalan berdampingan dengan kepedulian lingkungan.