Politikus senior PAN Drajad Wibowo menyoroti tantangan politik Anies Baswedan menjelang Pilpres 2029 terkait kemunculan Gerakan Rakyat sebagai kendaraan politik baru. Pernyataan ini disampaikan merespons deklarasi ormas pendukung Anies menjadi partai politik pada Selasa (28/4/2026), sebagaimana dilansir dari Nasional.
Eksistensi Anies dalam kontestasi politik mendatang dinilai sangat bergantung pada kemampuan entitas pendukungnya dalam melewati regulasi pemilu yang berlaku. Drajad menekankan bahwa tanpa legitimasi di parlemen, ruang gerak politik mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut akan menemui hambatan besar.
ÔÇ£Kalau tidak (lolos threshold), ya Mas Anies tidak akan bisa banyak berkiprah,ÔÇØ kata Drajad dalam program siniar Gaspol Kompas.com, Selasa (28/4/2026).
Drajad mengingatkan agar partai politik yang menyokong Anies fokus pada pembuktian basis dukungan untuk memenuhi syarat ambang batas parlemen. Ia memberikan catatan mengenai banyaknya tokoh nasional yang mendirikan partai baru namun gagal mengirimkan wakilnya ke DPR RI.
ÔÇ£Jangan lupa banyak tokoh yang bikin partai ternyata partainya mentok di situ-situ saja, tidak lolos threshold juga, kan sudah banyak itu,ÔÇØ ujarnya.
Lolosnya sebuah partai ke parlemen dipandang sebagai gerbang utama bagi Anies untuk memperkuat pengaruh politiknya di level nasional secara berkelanjutan. Penilaian terhadap kapasitas partai tersebut menurut Drajad mencakup keberhasilan meraih suara pemilih yang signifikan pada pemilu legislatif.
ÔÇ£Kita akan lihat nanti partainya Mas Anies ini bagaimana, apakah pertama tentu lolos threshold dulu, terus kemudian kira-kira cukup terpilih tidak,ÔÇØ kata dia.
Meskipun terdapat celah konstitusi lain, Drajad berpendapat bahwa skema tanpa dukungan ambang batas yang memadai memiliki peluang keberhasilan yang sangat tipis bagi seorang kandidat presiden.
ÔÇ£Ya mungkin pakai memanfaatkan threshold yang tidak ada itu, tapi ya kita semua tahu chance-nya sudah rendah,ÔÇØ ucapnya.
Persiapan menuju kontestasi nasional tahun 2029 disebut sudah harus dimulai sejak dini oleh para tokoh yang memiliki aspirasi untuk memimpin negara. Drajad memberikan penekanan bahwa langkah strategis seharusnya sudah dilakukan jauh sebelum tahun pelaksanaan pemilu.
ÔÇ£Sudah bukan harus kerja dari sekarang, sudah harus kerja dari tahun lalu sebenarnya,ÔÇØ kata dia.
Kekuatan politik partai diperkirakan mulai terbaca pada tahun 2028 seiring dengan semakin dekatnya tahapan pendaftaran calon presiden dan wakil presiden. Drajad mengibaratkan pemantauan peta kekuatan politik ini dengan pengamatan posisi bulan untuk menentukan penanggalan penting.
ÔÇ£Nanti di 2028 itu akan kelihatan, kalau di dalam bulan Ramadhan itu hilalnya akan mulai kelihatan,ÔÇØ pungkasnya.