NASA Siapkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Antariksa LOXSAT

NASA Siapkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Antariksa LOXSAT
Foto: Ilustrasi NASA Siapkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Antariksa LOXSAT.

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) tengah mengembangkan teknologi yang berfungsi sebagai stasiun pengisian bahan bakar di luar angkasa. Proyek ini dirancang guna memfasilitasi perjalanan manusia menuju Bulan hingga Mars. Langkah awal ini direalisasikan lewat peluncuran satelit Liquid Oxygen Flight Demonstration (LOXSAT), seperti dikutip dari Media Indonesia.

Satelit LOXSAT mengemban misi menguji sistem penyimpanan serta pemindahan bahan bakar kriogenik. Komoditas ini merupakan jenis bahan bakar bersuhu sangat rendah yang digunakan pada mayoritas wahana antariksa modern. Inovasi tersebut memegang peranan krusial bagi kelangsungan eksplorasi antariksa jangka panjang, termasuk menyokong program Artemis.

Peluncuran satelit ini dijadwalkan menggunakan bus satelit Photon milik Rocket Lab yang dibawa oleh roket Electron dari Selandia Baru. Misi di orbit rendah Bumi tersebut ditargetkan beroperasi paling cepat pada 17 Juli mendatang dengan durasi kontrak selama sembilan bulan.

Bahan bakar kriogenik, yang meliputi oksigen cair, metana cair, dan hidrogen cair, menuntut kondisi suhu super rendah agar konstan dalam wujud cair. Fluktuasi temperatur yang kecil dapat memicu penguapan, sehingga menjadi kendala besar untuk penyimpanan jangka panjang. Kondisi ini semakin menantang ketika dihadapkan pada lingkungan mikrogravitasi.

Oleh karena itu, NASA berupaya melahirkan sistem penstabil suhu sekaligus mekanisme transfer bahan bakar antarwahana di orbit. Keberadaan depot bahan bakar ini membuat pesawat antariksa tidak perlu membawa seluruh muatan bahan bakar sejak lepas landas dari Bumi. Pesawat dapat melakukan pengisian ulang di orbit sebelum bertolak menuju destinasi jauh.

Sokongan Komponen untuk Wahana Starship dan Blue Moon

Agenda pengujian ini berada di bawah naungan Cryogenic Fluid Management Portfolio Project. Proyek kolektif tersebut mengintegrasikan para ahli dari Marshall Space Flight Center, Glenn Research Center, dan Kennedy Space Center. Dalam realisasinya, NASA berkolaborasi dengan perusahaan kedirgantaraan Eta Space melalui skema program Tipping Point.

Uji coba pengelolaan bahan bakar kriogenik bernilai strategis lantaran dua wahana pendarat Bulan utama dalam program Artemis bertumpu pada jenis fluida tersebut. Wahana Starship buatan SpaceX memanfaatkan kombinasi oksigen cair dan metana cair (methalox), sedangkan Blue Moon rancangan Blue Origin menerapkan perpaduan oksigen cair dan hidrogen cair (hydrolox).

Kedua armada tersebut membutuhkan pendinginan kriogenik yang kontinu agar performa bahan bakarnya tetap stabil. Hingga saat ini, belum ada satu pun wahana antariksa yang berhasil memvalidasi kemampuan transfer maupun penyimpanan jangka panjang untuk bahan bakar super dingin tersebut langsung di orbit.

Uji Komponen LOXSAT dan Target Operasional Misi

Melalui misi LOXSAT, sebanyak 11 komponen berbeda dalam sistem manajemen fluida kriogenik akan diuji secara intensif. Data hasil pemantauan bakal menjadi landasan utama pengembangan infrastruktur pengisian bahan bakar antariksa masa depan.

Di sisi lain, SpaceX tengah bersiap melaksanakan uji terbang untuk Starship Versi 3. Sementara itu, Blue Origin memasuki fase akhir dalam merampungkan pengujian wahana Blue Moon Mark 1.

NASA sendiri menetapkan target pelaksanaan misi Artemis 3 pada akhir 2027. Pada operasional tersebut, para astronaut dijadwalkan melakukan latihan manuver pertemuan serta proses docking di orbit menggunakan kapsul Orion dan wahana pendarat.

Artikel terkait

Rekomendasi