Najla Fadhilah Imani Latuconsina menjadi jemaah termuda dalam rombongan 444 calon jemaah haji kloter 10 asal Kota Bogor yang diberangkatkan dari Masjid Raya Bogor menuju Embarkasi Bekasi pada Sabtu (2/5/2026). Perempuan berusia 22 tahun tersebut berangkat ke Tanah Suci bersama anggota keluarga intinya.
Sebagaimana dilansir dari Megapolitan, Najla mengungkapkan bahwa dirinya membawa banyak amanah doa dari rekan-rekannya yang telah mencatatkan nama lengkap mereka. Ia berencana memanfaatkan perangkat seluler untuk menyimpan daftar doa tersebut selama menjalankan ibadah.
"Banyak banget sudah ada yang mengelist, sampai nama lengkapnya, nanti paling baca chat saja, baca di hp buat doanya saja. Kalau di sana enggak bisa buka hp, paling aku pindahkan ke notes," ungkap Najla di Masjid Raya Bogor, Sabtu.
Meskipun tidak merinci jumlah titipan doa yang diterima, Najla mengaku sangat bersyukur bisa berangkat haji di usia muda. Kesempatan ini diperoleh setelah ibunya mendapatkan tambahan slot haji untuk anggota keluarga lain.
"Senang banget pasti, soalnya mama daftar dari 2015 kan ya saya dapat kabar mama sama papa bisa menarik satu slot, jadi yang ditarik aku sama kakak. Sedangkan adik aku enggak bisa ikut," ujar Najla.
Najla menjalankan ibadah ini bersama ayah, ibu, dan kakaknya, sementara sang adik harus tetap berada di tanah air untuk melanjutkan studi. Ia dan kakaknya juga telah mengurus perizinan cuti dari tempat kerja masing-masing agar bisa fokus beribadah.
"Berempat, adik aku enggak bisa ikut soalnya kuliah, aku kerja, dia (kakak) kerja, aku alhamdulillahnya bisa cuti haji, dia juga bisa cuti haji," lanjutnya.
Persiapan keberangkatan dilakukan Najla segera setelah mendapat kepastian jadwal, mulai dari pemberitahuan kepada atasan di kantor hingga memenuhi persyaratan kesehatan wajib. Ia mengikuti seluruh rangkaian prosedur medis sebelum dinyatakan siap berangkat.
"Abis pengumuman bisa berangkat, aku langsung kasih tau kantor, soalnya kan kalau cuti harus jauh-jauh hari abis itu kantor udah izinin, abis itu vaksin meningitis. Jadi ngikutin prosesnya aja," jelas dia.
Selain membawa catatan doa di ponsel, Najla juga akan mengandalkan literatur doa resmi yang disediakan oleh petugas penyelenggara haji. Hal ini dilakukan untuk mempermudah dirinya saat melafalkan ayat-ayat di lokasi ibadah.
"Dikasih bukunya sih, paling jika nanti sudah di sana full baca buku saja, soalnya banyak ayat-ayat," katanya.