Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim menjalani tindakan medis operasi untuk kelima kalinya pada Rabu malam, 13 Mei 2026. Prosedur ini dilakukan tepat setelah terdakwa menghadiri persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Kabar mengenai penurunan kondisi fisik Nadiem tersebut dikonfirmasi oleh sang istri, Franka Makarim, melalui unggahan di media sosial. Sebagaimana dilansir dari Suara, Nadiem diketahui menderita fistula perianal yang menyebabkan infeksi serta nyeri intens pada area tubuh tertentu.
"Kemarin hari dimulai di pengadilan. Malam tadi, Nadiem masuk ke meja operasi untuk kelima kalinya. Di antara dua momen itu, kami hanya bisa berdoa," tulis Franka Makarim, Istri Nadiem Makarim.
Kondisi kesehatan Nadiem sempat menjadi perhatian publik selama proses persidangan karena terlihat lemas dan pucat. Pihak kuasa hukum menyebut bahwa kliennya tetap kooperatif menghadiri sidang meski sedang dalam pemantauan medis akibat risiko reinfeksi yang berulang kali terjadi.
Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta sebelumnya telah memberikan kelonggaran hukum terkait kondisi kesehatan ini. Status penahanan Nadiem dialihkan menjadi tahanan rumah agar proses pemulihan pascaoperasi dapat berjalan lebih intensif di bawah pengawasan tenaga kesehatan.
Pada hari yang sama sebelum operasi dilakukan, Jaksa Penuntut Umum membacakan tuntutan pidana terhadap mantan menteri tersebut. Nadiem dituntut hukuman 18 tahun penjara dan denda Rp1 miliar atas dugaan korupsi program digitalisasi pendidikan periode 2020ÔÇô2022 yang ditaksir merugikan negara sebesar Rp2 triliun.
Terdakwa secara tegas menolak seluruh poin dakwaan yang diajukan oleh jaksa selama persidangan berlangsung. Ia mengklaim tidak ada praktik lancung dalam kebijakan pengadaan alat penunjang pendidikan yang diterapkannya saat masih menjabat sebagai menteri.
Penyidikan kasus ini sendiri telah berjalan sejak September 2025, yang juga melibatkan sejumlah pejabat kementerian lainnya. Sidang lanjutan akan kembali digelar untuk mendengarkan nota pembelaan dari pihak terdakwa sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh pengadilan.