Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menawarkan destinasi wisata budaya yang menarik selain anjungan daerah, yakni Museum Indonesia. Museum yang menyimpan kekayaan budaya nusantara ini dapat diakses secara cuma-cuma oleh para pengunjung.
Seperti dikutip dari Detik Travel, Museum Indonesia telah berdiri sejak 20 April 1980. Bangunan ikonik ini diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia kedua, Soeharto, sebagai pusat pelestarian warisan nasional.
Setelah sempat ditutup untuk pemeliharaan, Museum Indonesia kembali menerima kunjungan publik sejak Agustus 2023 hingga saat ini. Lokasinya sangat strategis karena berada tepat di sisi kiri setelah pintu masuk utama TMII.
Wisatawan hanya perlu berjalan kaki sekitar 200 meter dari pintu utama untuk mencapai gedung museum. Letaknya yang dekat memudahkan akses bagi mereka yang tidak ingin mengantre angkutan keliling (angling).
Museum Indonesia beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB. Namun, pengelola menetapkan batas waktu masuk bagi pengunjung maksimal pada pukul 16.30 WIB demi kenyamanan kunjungan.
Koleksi dan Harga Tiket Masuk
Saat ini, masyarakat yang ingin mengeksplorasi isi museum tidak perlu mengeluarkan biaya tiket tambahan. Akses menuju seluruh area koleksi diberikan secara gratis untuk semua kalangan pengunjung.
Meskipun gratis, pengunjung diwajibkan melakukan registrasi daring di lokasi. Proses ini dilakukan dengan memindai kode QR yang tersedia di meja depan sebelum masuk ke dalam ruang pameran.
Kepala Museum Indonesia, Cut Meurah Rahman, menjelaskan bahwa kebijakan biaya masuk ini bersifat dinamis. Terdapat kemungkinan adanya pemberlakuan tiket berbayar pada masa mendatang.
"Belum ada kepastiannya, masih wacana," ujar Meurah ketika ditemui Kompas.com di lokasi, Minggu (26/4/2026).Museum ini memiliki tiga lantai dengan tema yang berbeda. Lantai pertama mengusung tema Kejayaan Bhinneka Tunggal Ika yang menampilkan benda prasejarah, manusia purba, hingga visualisasi artistik peta Indonesia.
Lantai kedua menyajikan suasana yang lebih artistik melalui koleksi wastra nusantara. Pengunjung dapat melihat berbagai motif tenun ikat dari beragam daerah serta patung-patung yang mencerminkan kekayaan seni rupa Indonesia.
Peraturan bagi Pengunjung
Demi menjaga kelestarian koleksi, pengelola menetapkan sejumlah aturan ketat. Informasi mengenai larangan tersebut telah dipasang secara jelas di area sebelum pintu masuk bangunan.
"Pastinya tidak menyentuh koleksi dan beberapa aturan lain, seperti tidak boleh pakai flash (kilat), tidak boleh pakai kamera profesional tanpa izin, dan juga tidak makan minum gitu," jelas Meurah.Pengunjung juga diminta untuk tidak berisik agar tidak mengganggu ketenangan orang lain. Untuk menunjang kenyamanan, fasilitas seperti toilet dan lift tersedia di setiap lantai guna memudahkan mobilitas wisatawan.