MUI dan Menlu Sugiono Kecam Penganiayaan Relawan WNI oleh Israel

MUI dan Menlu Sugiono Kecam Penganiayaan Relawan WNI oleh Israel
Foto: Ilustrasi MUI dan Menlu Sugiono Kecam Penganiayaan Relawan WNI oleh Israel.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Menteri Luar Negeri RI mengecam keras aksi penahanan disertai kekerasan fisik oleh aparat Israel terhadap sembilan relawan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) pada Jumat (22/5/2026).

Sembilan relawan tersebut dilaporkan mengalami berbagai tindakan penyiksaan mulai dari pemukulan, penendangan, hingga penyetruman listrik selama masa penahanan tiga hingga empat hari oleh militer zionis sebelum akhirnya berhasil dibebaskan.

Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI, Sudarnoto Abdul Hakim memberikan respons tegas atas tindakan yang menimpa para pejuang kemanusiaan tersebut.

"Aksi penculikan ini memang benar-benar melanggar hukum internasional dan juga melampaui batas-batas nurani dan akal sehat," kata Sudarnoto Abdul Hakim, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI.

Pihak MUI menilai tindakan kasar Pasukan Pertahanan Israel (IDF) terhadap para relawan sangat tidak manusiawi sehingga layak mendapatkan kutukan dari masyarakat dunia secara luas.

"Apalagi IDF juga memperlakukan para pejuang kemanusiaan ini dengan sangat kasar, tidak manusiawi. Layak mereka ini dikutuk oleh semua orang," ucap Sudarnoto Abdul Hakim, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI.

Lebih lanjut, Sudarnoto menyebut kejahatan yang dilakukan Israel merupakan upaya sistematis untuk menghalangi segala bentuk dukungan internasional bagi kemerdekaan Palestina.

"Karena itu, pembebasan terhadap para pejuang melalui misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla tidak berarti kesalahan Israel kemudian terhapus," tutur Sudarnoto Abdul Hakim, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI.

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah itu mengapresiasi sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengupayakan pembebasan sembilan WNI tersebut.

"Karena itu, kunci untuk membebaskan Palestina dan menyeret agar Israel diberikan sanksi internasional, adalah kebersamaan dan kesungguhan," kata Sudarnoto Abdul Hakim, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI.

Informasi mengenai kondisi fisik para relawan dikonfirmasi langsung oleh pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia setelah mereka berhasil dievakuasi ke wilayah aman.

ÔÇ£Kami Konsul Jenderal bagian Indonesia di Istanbul alhamdulillah hari ini bersama-sama sembilan saudara kita yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla telah bersama kami dalam kondisi sehat walafiat, walaupun mereka selama tiga-empat hari mengalami kekerasan fisik,ÔÇØ kata Darianto Harsono, Kepala Perwakilan Konsul Jenderal RI di Istanbul.

Berdasarkan laporan yang dilansir dari Nasional, kesaksian dari perwakilan pemerintah di luar negeri menjabarkan bentuk kekerasan spesifik yang dialami korban di ruang tahanan.

ÔÇ£Ada yang ditendang, ada yang dipukul, atau disetrum,ÔÇØ kata Darianto Harsono, Kepala Perwakilan Konsul Jenderal RI di Istanbul.

Sembilan warga negara Indonesia tersebut saat ini sudah berada di Istanbul, Turkiye dan sedang dalam proses pemulangan kembali ke tanah air setelah masa penahanan selesai.

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono turut menyampaikan pernyataan resmi pemerintah Indonesia yang menolak segala bentuk kekerasan terhadap warga negaranya.

ÔÇ£Indonesia mengecam keras tindakan penyiksaan yang dilakukan oleh Israel terhadap WNI pada saat penahanan,ÔÇØ kata Sugiono, Menteri Luar Negeri RI.

Artikel terkait

Rekomendasi