Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah untuk mengoptimalkan keanggotaan dalam Board of Peace (BoP) demi membebaskan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap oleh Israel. Langkah konkrit ini diperlukan guna membuktikan efektivitas serta manfaat nyata dari keterlibatan Indonesia di dalam organisasi internasional tersebut pada Kamis (21/5/2026).
Pihak pemerintah juga diminta untuk segera melakukan koordinasi intensif dengan tujuh negara Islam yang berada di dalam lingkungan BoP. Upaya diplomasi kolektif ini diharapkan mampu menekan Israel dan mempercepat proses pembebasan para WNI, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.
"Ini kita minta dibuktikan bahwa BoP itu ada gunanya," kata Ketua MUI bidang Ukhuwah, Zaitun Rasmin di kantor MUI, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Pemanfaatan jalur BoP tersebut ditargetkan untuk mendesak Amerika Serikat agar mau mengintervensi Israel demi melepaskan para tahanan. MUI menegaskan bahwa kegagalan dari jalur diplomasi awal ini akan membuat mereka langsung bergerak untuk menghadap Presiden Prabowo Subianto.
"Kalau ini belum mempan, kami berharap bahwa sampai kepada Bapak Presiden. Majelis Ulama Indonesia dalam rapat tadi malam juga memutuskan untuk meminta bertemu dengan Bapak Presiden Prabowo Subianto secepat-cepatnya bila masalah ini tidak terselesaikan," ungkap Zaitun Rasmin, Ketua MUI bidang Ukhuwah.
Kekhawatiran mendalam muncul terkait kondisi keselamatan serta pemenuhan hak-hak para sandera seiring berjalannya waktu. Penahanan yang berlarut-larut dikhawatirkan dapat memperbesar risiko munculnya tindakan yang merugikan para WNI.
"Kita khawatir kalau semakin lama ini berisiko terhadap sandera-sandera tersebut, terhadap orang yang ditangkap," sambung Zaitun Rasmin, Ketua MUI bidang Ukhuwah.
Menurut pandangan MUI, perlakuan yang tidak menyenangkan dari otoritas Israel sangat mungkin terjadi selama masa penahanan berlangsung. Sebagai langkah paralel, lembaga ini juga berencana mengirimkan surat resmi kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Konferensi Islam (OKI), serta menggalang pertemuan dengan berbagai organisasi kemanusiaan peduli Palestina.
"Sekalipun kita tadi fokus kepada pembebasan sandera, jangan lupa misi mereka. Sebab mereka tentu sangat menginginkan kita tidak berhenti, bahkan lebih kuat mendukung misi yang mereka bawa yakni bantuan masuk," pungkas Zaitun Rasmin, Ketua MUI bidang Ukhuwah.