Mahkamah Konstitusi (MK) resmi meluncurkan buku berjudul ÔÇ£Kemerdekaan Kekuasaan KehakimanÔÇØ di Gedung MK, Jakarta, pada Jumat (17/4/2026). Peluncuran karya literatur ini dilakukan guna memperingati hari ulang tahun ke-70 mantan Ketua MK pertama, Jimly Asshiddiqie, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasinya.
Dilansir dari Nasional, Wakil Ketua MK Saldi Isra menjelaskan bahwa karya tersebut melibatkan 17 penulis yang terdiri dari hakim aktif dan purnatugas. Buku ini menjadi simbol penghargaan bagi Jimly yang dinilai konsisten mengawal institusi pengadilan konstitusi sejak awal berdiri hingga masa purnatugasnya.
"Buku ini dipersembahkan untuk 70 tahun Profesor Jimly Asshiddiqie. Terima kasih atas pengabdian dan dedikasi dalam merawat kemerdekaan kekuasaan kehakiman," ujar Wakil Ketua MK Saldi Isra, saat memberikan sambutan.
Saldi menekankan bahwa Jimly tetap memberikan perhatian besar terhadap dunia hukum meskipun telah resmi mengakhiri masa jabatan pada tahun 2009. Selama hampir tiga dekade, pendiri MK tersebut terus menyuarakan pentingnya independensi lembaga peradilan di Indonesia.
"Hampir 30 tahun sampai sekarang, beliau tidak pernah meninggalkan betapa pentingnya merawat dan menjaga kemandirian kekuasaan kehakiman itu," kata Saldi.
Daftar penulis buku ini mencakup para hakim konstitusi aktif seperti Suhartoyo, Arsul Sani, Ridwan Mansyur, Guntur Hamzah, Daniel Yusmic Foekh, Enny Nurbaningsih, dan Adies Kadir. Sementara itu, hakim terbaru Liliek Prisbawono Adi belum terlibat karena baru dilantik satu pekan sebelumnya pada 10 April 2026.
Kontribusi juga datang dari barisan mantan hakim MK, termasuk Mahfud MD, Arief Hidayat, Maruarar Siahaan, hingga I Dewa Gede Palguna. Jimly Asshiddiqie yang hadir langsung dalam acara tersebut menyampaikan apresiasinya atas inisiatif MK mewujudkan gagasan hukum dalam bentuk cetak.
"Dalam rangka memperingati milad saya yang ke-70. Baru 70 ini. Tapi, kita memperingati peristiwa bukan tentang tanggal, bukan tentang orang, bukan tentang lokasi, tapi tentang ide. Maka kita wujudkan dengan buku. Alhamdulillah terima kasih ini," kata Jimly, saat memberikan sambutan.
Selain peluncuran buku, acara peringatan ulang tahun ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh senior MK lainnya. Beberapa hakim purnatugas yang tampak hadir di lokasi antara lain Maria Farida Indrati, Wahiduddin Adams, dan Yuliandri.