Militer Kuwait Halau Serangan Rudal dan Drone Musuh

Militer Kuwait Halau Serangan Rudal dan Drone Musuh
Foto: Ilustrasi Militer Kuwait Halau Serangan Rudal dan Drone Musuh.

Angkatan Bersenjata Kuwait mengaktifkan sistem pertahanan udara guna menghalau ancaman rudal dan pesawat tanpa awak (drone) musuh pada Kamis (28/5) pagi. Langkah militer ini diambil demi merespons ketegangan kawasan yang meninggi di tengah rapuhnya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Dilansir dari Media Indonesia, pengaktifan sistem pertahanan tersebut memicu suara dentuman di beberapa wilayah setempat. Pihak militer menegaskan bahwa operasional tersebut merupakan bentuk perlindungan wilayah dari target asing.

"Setiap ledakan yang mungkin terdengar adalah hasil dari sistem pertahanan udara yang mencegat target musuh," kata militer Kuwait pada Kamis.

Menyusul situasi keamanan tersebut, otoritas terkait langsung mengeluarkan imbauan resmi bagi warga setempat. Masyarakat diminta untuk tetap tenang serta mematuhi seluruh instruksi keselamatan dan keamanan yang diterbitkan oleh pihak berwenang.

Eskalasi di Timur Tengah sendiri terus meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara gabungan ke wilayah Iran, termasuk ibu kota Teheran, pada Februari lalu. Serangan tersebut dilaporkan merusak berbagai infrastruktur serta menimbulkan korban jiwa.

Pemerintah Iran kemudian membalas lewat serangan rudal ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri. Selain itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga sempat menutup Selat Hormuz dan mengancam seluruh pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Berdasarkan analisis citra satelit, gempuran Iran telah menghancurkan sekitar 228 struktur dan peralatan militer Amerika Serikat. Sementara itu, gencatan senjata yang dimediasi oleh Pakistan sebenarnya telah berlaku sejak 8 April dan diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump, meski kini kondisinya kembali rawan runtuh.

Artikel terkait

Rekomendasi