Militer Israel Tewaskan Pemimpin Militer Hamas Haddad di Gaza

Militer Israel Tewaskan Pemimpin Militer Hamas Haddad di Gaza
Foto: Ilustrasi Militer Israel Tewaskan Pemimpin Militer Hamas Haddad di Gaza.

Militer Israel menewaskan pemimpin militer Hamas, Haddad, dalam sebuah serangan presisi di Kota Gaza pada Jumat, seperti dilansir dari Internasional yang mengutip Reuters. Meski gencatan senjata telah diberlakukan, Israel dilaporkan masih terus melancarkan operasi serangan di wilayah tersebut.

Haddad tewas dalam serangan udara yang menghantam sebuah gedung apartemen menurut keterangan sumber Palestina. Pihak Hamas kemudian mengonfirmasi bahwa tokoh kelahiran 1970 itu gugur bersama istri dan putrinya yang berusia 19 tahun, disusul prosesi pemakaman bersama di Masjid Al Aqsa Martyrs, Gaza tengah, pada Sabtu.

Menurut data dari sumber medis Palestina, gempuran Israel pada Jumat tersebut secara total menewaskan sedikitnya tujuh warga Palestina dalam dua serangan terpisah, termasuk di antaranya tiga perempuan dan satu anak-anak. Korban jiwa tercatat terus bertambah di kedua belah pihak.

Berdasarkan data yang tidak membedakan antara kombatan dan warga sipil, sekitar 850 warga Palestina telah tewas sejak gencatan senjata Oktober dimulai. Sebaliknya, dalam periode yang sama, terdapat empat tentara Israel yang dilaporkan tewas oleh militan Hamas.

Haddad sendiri menjabat sebagai pimpinan militer Hamas di Gaza sejak Mei 2025 untuk menggantikan Mohammad Sinwar yang telah tewas. Sosok yang dijuluki "The Ghost" karena berulang kali lolos dari upaya pembunuhan ini dituduh Israel bertanggung jawab penuh atas serangan terhadap tentara dan warga sipil mereka.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan menteri pertahanannya dalam sebuah pernyataan bersama memberikan label khusus kepada pimpinan Hamas tersebut terkait keterlibatannya dalam konflik besar di Gaza.

"arsitek" serangan 7 Oktober 2023 yang memicu konflik besar di Gaza.

Pernyataan tanggapan juga dikeluarkan oleh kelompok Hamas melalui rilis terpisah. Hamas mengaitkan aksi pembunuhan ini dengan ketidakmampuan militer Israel di medan perang.

"serangan presisi"

Hamas menyebutnya sebagai tokoh kunci dalam operasi militer kelompok tersebut, sekaligus menuduh Israel berupaya mencapai tujuan politik melalui pembunuhan setelah gagal secara militer.

Hingga kini, Israel dan Hamas dilaporkan masih terjebak dalam proses perundingan tidak langsung. Negosiasi tersebut membahas rencana perdamaian pascaperang yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump guna mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari dua tahun.

Artikel terkait

Rekomendasi